Angkutan Batu Bara KAI Tembus 47,7 Juta Ton hingga Oktober 2025, Naik 4,3 Persen
Dedi Hidayat | 9 November 2025, 15:56 WIB

AKURAT.CO PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatatkan angkutan batu bara mencapai 47.775.610 ton pada periode Januari-Oktober 2025.
Angka ini meningkat 4,3% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya, yang tercatat sebesar 45.789.828 ton.
Angkutan batu bara terus menjadi kontributor utama bagi angkutan logistik KAI, menyumbang 83% dari total angkutan barang KAI selama periode Januari-Oktober 2025, yang mencapai 57.556.900 ton.
Vice President Public Relations KAI, Anne Purba nengatakan bahwa angkutan batu bara memainkan peran penting dalam mendukung pasokan energi nasional.
"Batu bara ini sebagian besar digunakan sebagai bahan baku pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di Pulau Jawa dan Bali, yang menyuplai listrik ke rumah tangga, menghidupkan fasilitas penting seperti rumah sakit, sekolah, kantor, pusat perbelanjaan, serta mendukung industri dan usaha kecil di seluruh Indonesia," kata Anne dikutip dari laman KAI, Minggu (9/11/2025).
Angkutan batu bara terus menjadi kontributor utama bagi angkutan logistik KAI, menyumbang 83% dari total angkutan barang KAI selama periode Januari-Oktober 2025, yang mencapai 57.556.900 ton.
Vice President Public Relations KAI, Anne Purba nengatakan bahwa angkutan batu bara memainkan peran penting dalam mendukung pasokan energi nasional.
"Batu bara ini sebagian besar digunakan sebagai bahan baku pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di Pulau Jawa dan Bali, yang menyuplai listrik ke rumah tangga, menghidupkan fasilitas penting seperti rumah sakit, sekolah, kantor, pusat perbelanjaan, serta mendukung industri dan usaha kecil di seluruh Indonesia," kata Anne dikutip dari laman KAI, Minggu (9/11/2025).
Baca Juga: KAI Commuter Pastikan Layanan Optimal Jelang Libur Nataru 2026
Dengan semakin meningkatnya volume angkutan, KAI terus berkomitmen untuk memberikan layanan logistik yang efisien, tepat waktu, dan rendah emisi.
Selain itu, KAI juga berperan dalam mendukung kebijakan pemerintah yang ingin menghapus truk Over Dimension Over Loading (ODOL) pada 2026, dengan menyediakan solusi logistik berbasis kereta api yang aman dan berkapasitas besar.
Sejalan dengan rencana jangka panjang perusahaan, KAI menargetkan pertumbuhan volume angkutan barang sebesar 15% pada tahun 2029, yang terdiri dari 111,2 juta ton batu bara dan 10,9 juta ton komoditas non-batu bara.
Untuk mencapai target tersebut, KAI tengah mengembangkan infrastruktur logistik strategis, seperti Terminal Tarahan II yang diharapkan mampu menyerap 18 juta ton batu bara, serta pengembangan fasilitas bongkar-muat di Kertapati yang dapat meningkatkan kapasitas hingga 7 juta ton.
Wilayah Sumatera Selatan, khususnya, diproyeksikan akan memberikan kontribusi tambahan sebesar 27,8 juta ton, menjadikannya sebagai pilar utama dalam peta logistik masa depan KAI.
Hal ini menunjukkan bahwa pertumbuhan perusahaan selain berasal dari peningkatan operasional, tetapi juga dari investasi berkelanjutan dalam infrastruktur yang mendukung kelancaran dan kapasitas angkutan.
Selain itu, KAI juga terus memperkuat komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan. Sejak Februari 2025, seluruh lokomotif dan genset KAI telah beralih menggunakan Biosolar B40, bahan bakar campuran 40% bahan nabati, yang mengurangi jejak karbon dan mendukung transisi energi nasional.
Langkah ini merupakan kelanjutan dari uji coba yang dilakukan bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sejak Juli 2024.
"Penggunaan B40 mendukung angkutan kereta api sebagai pilihan logistik yang lebih ramah lingkungan, dengan emisi yang lebih rendah dan tingkat biodegradasi yang tinggi," tambah Anne.
Dengan semakin meningkatnya volume angkutan, KAI terus berkomitmen untuk memberikan layanan logistik yang efisien, tepat waktu, dan rendah emisi.
Selain itu, KAI juga berperan dalam mendukung kebijakan pemerintah yang ingin menghapus truk Over Dimension Over Loading (ODOL) pada 2026, dengan menyediakan solusi logistik berbasis kereta api yang aman dan berkapasitas besar.
Sejalan dengan rencana jangka panjang perusahaan, KAI menargetkan pertumbuhan volume angkutan barang sebesar 15% pada tahun 2029, yang terdiri dari 111,2 juta ton batu bara dan 10,9 juta ton komoditas non-batu bara.
Untuk mencapai target tersebut, KAI tengah mengembangkan infrastruktur logistik strategis, seperti Terminal Tarahan II yang diharapkan mampu menyerap 18 juta ton batu bara, serta pengembangan fasilitas bongkar-muat di Kertapati yang dapat meningkatkan kapasitas hingga 7 juta ton.
Wilayah Sumatera Selatan, khususnya, diproyeksikan akan memberikan kontribusi tambahan sebesar 27,8 juta ton, menjadikannya sebagai pilar utama dalam peta logistik masa depan KAI.
Hal ini menunjukkan bahwa pertumbuhan perusahaan selain berasal dari peningkatan operasional, tetapi juga dari investasi berkelanjutan dalam infrastruktur yang mendukung kelancaran dan kapasitas angkutan.
Selain itu, KAI juga terus memperkuat komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan. Sejak Februari 2025, seluruh lokomotif dan genset KAI telah beralih menggunakan Biosolar B40, bahan bakar campuran 40% bahan nabati, yang mengurangi jejak karbon dan mendukung transisi energi nasional.
Langkah ini merupakan kelanjutan dari uji coba yang dilakukan bersama Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sejak Juli 2024.
"Penggunaan B40 mendukung angkutan kereta api sebagai pilihan logistik yang lebih ramah lingkungan, dengan emisi yang lebih rendah dan tingkat biodegradasi yang tinggi," tambah Anne.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









