Susul BP AKR, SPBU Vivo Temuai Kesepakatan dengan Pertamina Patra Niaga Soal Pembelian BBM
Dedi Hidayat | 24 November 2025, 21:34 WIB

AKURAT.CO PT Pertamina Patra Niaga mengumumkan bahwa pada tahap kedua ini, PT Vivo Energi Indonesia telah sepakat untuk melakukan proses Business to Business (B2B) dengan Pertamina Patra Niaga terkait pemenuhan pasokan BBM dengan menyerap kargo impor dari Pertamina Patra Niaga.
Pj Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun menyampaikan besaran yang dibeli oleh pihak Vivo sebesar 100 ribu barel (MB).
“Penyaluran pasokan BBM untuk BU Swasta Vivo ini sebanyak 100 ribu barel (MB) yang akan digunakan untuk SPBU-SPBU Vivo, setelah sebelumnya pada tahap pertama juga telah disalurkan pasokan BBM kepada PT APR (BP-AKR) sebanyak 100 MB”, kata Roberth dalam keterangannya, Senin (24/11/2025).
Berdasarkan komitmen menjaga pasokan BBM untuk masyarakat, transparansi serta sejalan dengan praktik Good Corporate Governance, Pertamina Patra Niaga membantu BU Swasta Vivo mendapatkan pasokan BBM sehingga dapat mendistribusikan energi serta memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Penyaluran pasokan BBM untuk BU Swasta Vivo ini sebanyak 100 ribu barel (MB) yang akan digunakan untuk SPBU-SPBU Vivo, setelah sebelumnya pada tahap pertama juga telah disalurkan pasokan BBM kepada PT APR (BP-AKR) sebanyak 100 MB”, kata Roberth dalam keterangannya, Senin (24/11/2025).
Berdasarkan komitmen menjaga pasokan BBM untuk masyarakat, transparansi serta sejalan dengan praktik Good Corporate Governance, Pertamina Patra Niaga membantu BU Swasta Vivo mendapatkan pasokan BBM sehingga dapat mendistribusikan energi serta memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Baca Juga: Susul BP AKR, SPBU Vivo Segera Terisi, Shell Masih Negosiasi
Roberth menegaskan bahwa kolaborasi dengan badan usaha swasta ini menjadi bukti nyata bahwa menjaga energi adalah kerja bersama, demi ketahanan energi nasional. Proses kolaborasi dalam membantu pasokan BU Swasta ini dilaksanakan melalui beberapa tahapan yang menjunjung tinggi mekanisme compliance dan governance secara Business to Business (B2B).
Proses negosiasi dari sisi jumlah kebutuhan berdasarkan volume permintaan, pelaksanaan tender supplier yang dilakukan dengan aspek GCG dan konfirmasi berulang dengan BU Swasta Vivo, pelaksanaan join Surveyor, sampai dengan mekanisme open book untuk negosiasi aspek komersial dilaksanakan.
“Hingga akhirnya proses bongkar dilaksanakan dan diterima BU Swasta Vivo untuk disalurkan kepada masyarakat,” ujar Roberth.
Lebih lanjut, komiditi BBM yang dipasok kepada BU Swasta Vivo ini telah memenuhi seluruh requirements dari BU Swasta Vivo sebagai bentuk komitmen tindak lanjut atas arahan Pemerintah.
“Bagi kami pemenuhan energi untuk masyarakat adalah prioritas utama, energi adalah penggerak produktivitas kehidupan masyarakat. Kami akan terus berupaya memastikan pasokan BBM tetap aman, berkualitas, dan mudah dijangkau oleh masyarakat demi ketahanan energi nasional,” tutur Roberth.
Diberitakan sebelumnya stok bahan bakar minyak (BBM) Ron 92 atau Revvo 92 mulai kembali terisi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Vivo. Mengutip dari laman Instagram @spbuvivo, BBM dengan jenis Revvo 92 sudah mulai terisi bertahap di SPBU milk Vivo. Tercatat, Vivo memiliki SPBU yang tersebar di Jabodetabek dan Bandung.
"Kabar Gembira! Yang Ditunggu Sudah Kembali!Terima kasih atas kesabarannya, Sobat setia SPBU VIVO!Kini, BBM Revvo 92 Sudah Tersedia Kembali di SPBU VIVO secara bertahap mulai hari ini. Petugas kami siap mengisi penuh tangki dengan bahan bakar berkualitas untuk performa mesin yang lebih optimal," tulis Vivo di Instagramnya, Minggu (23/11/2025).
Roberth menegaskan bahwa kolaborasi dengan badan usaha swasta ini menjadi bukti nyata bahwa menjaga energi adalah kerja bersama, demi ketahanan energi nasional. Proses kolaborasi dalam membantu pasokan BU Swasta ini dilaksanakan melalui beberapa tahapan yang menjunjung tinggi mekanisme compliance dan governance secara Business to Business (B2B).
Proses negosiasi dari sisi jumlah kebutuhan berdasarkan volume permintaan, pelaksanaan tender supplier yang dilakukan dengan aspek GCG dan konfirmasi berulang dengan BU Swasta Vivo, pelaksanaan join Surveyor, sampai dengan mekanisme open book untuk negosiasi aspek komersial dilaksanakan.
“Hingga akhirnya proses bongkar dilaksanakan dan diterima BU Swasta Vivo untuk disalurkan kepada masyarakat,” ujar Roberth.
Lebih lanjut, komiditi BBM yang dipasok kepada BU Swasta Vivo ini telah memenuhi seluruh requirements dari BU Swasta Vivo sebagai bentuk komitmen tindak lanjut atas arahan Pemerintah.
“Bagi kami pemenuhan energi untuk masyarakat adalah prioritas utama, energi adalah penggerak produktivitas kehidupan masyarakat. Kami akan terus berupaya memastikan pasokan BBM tetap aman, berkualitas, dan mudah dijangkau oleh masyarakat demi ketahanan energi nasional,” tutur Roberth.
Diberitakan sebelumnya stok bahan bakar minyak (BBM) Ron 92 atau Revvo 92 mulai kembali terisi di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Vivo. Mengutip dari laman Instagram @spbuvivo, BBM dengan jenis Revvo 92 sudah mulai terisi bertahap di SPBU milk Vivo. Tercatat, Vivo memiliki SPBU yang tersebar di Jabodetabek dan Bandung.
"Kabar Gembira! Yang Ditunggu Sudah Kembali!Terima kasih atas kesabarannya, Sobat setia SPBU VIVO!Kini, BBM Revvo 92 Sudah Tersedia Kembali di SPBU VIVO secara bertahap mulai hari ini. Petugas kami siap mengisi penuh tangki dengan bahan bakar berkualitas untuk performa mesin yang lebih optimal," tulis Vivo di Instagramnya, Minggu (23/11/2025).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









