IESR Soroti Risiko Investasi Jika Indonesia Tetap Andalkan Batu Bara

AKURAT.CO Institute for Essential Services Reform (IESR) memandang rencana phase down energi fosil di Tanah Air tidak sejalan dengan tujuan penggunaan 100% energi terbarukan dalam beberapa tahun kedepan.
Adapun, Ketua Dewan Penasihat Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Hashim Djojohadikusumo menyebutkan Indonesia belum akan melakukan phase-out atau penghapusan total bahan bakar fosil, melainkan menerapkan strategi phase-down secara bertahap.
Manajer Program Transformasi Sistem Energi IESR, Deon Arinaldo mengatakan bahwa perkataan Hashim sangat kontradiktif dengan perkataan Presiden Prabowo dalam KTT G20 tentang energi bersih.
"Pak Prabowo juga di KTT G20 ngomongnya tidak hanya 100% energi terbarukan, tapi juga akan tidak menggunakan fosil 15 tahun ke depan kan. Dan ini ya itu jelas dari head to head kalimatnya udah berbeda ya," kata Deon selepas acara Brown to Green Conference, Rabu (3/12/2025).
Baca Juga: IESR: Target 100 Persen Listrik Terbarukan Perlu Rencana dan Kebijakan Konkret
Deon menuturkan, saat ini seharusnya pemerintah sudah mulai memikirkan bagaimana caranya untuk keluar dari ketergantungan terhadap energi batu bara. Apalagi, kata Deon saat ini negara yang masih menggunakan lebih banyak energi fosil berpotensi membuat investor yang ingin masuk ke negara tersebut akan berfikir dua kali.
"Karena kalau ekonomi kita tumbuh dengan fosil ya rentan gitu, rentan dengan ya tadi udah dijelaskan juga. Kalau orang maunya investasi, kita ngomong data center aja misalnya yang sering disebut ya, ya kan data center mintanya energi terbarukan," tuturnya.
Lebih lanjut, Deon menambahkan, dengan bedanya pernyataan terkait dengan pemakaian energi fosil bisa mengurangi kepercayaan dan kredibilitas suatu negara. "Dan bayangkan ya kalau kita malah membalik pernyataan yang sudah ada, itu apa gitu dampaknya pada trust dan kredibilitas gitu. Jadi dampaknya nggak hanya ekonomi tapi political," ujar Deon.
Diberitakan sebelumnya, Ketua Dewan Penasihat Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Hashim Djojohadikusumo menegaskan bahwa pemerintah mengambil sikap tegas terkait penggunaan energi fosil di tengah tekanan global untuk menghentikan pemakaian sumber energi tersebut.
Menurutnya, Indonesia belum akan melakukan phase-out atau penghapusan total bahan bakar fosil, melainkan menerapkan strategi phase-down secara bertahap.
"Yang penting waktu itu ada ketegasan dari pemerintah kita, bahwa tidak ada phase-out dari fossil fuels kita. Pemakaian ekonomi Indonesia, terutama industri dan energi listrik Indonesia tetap akan memakai fossil fuels, yaitu batu bara, gas alam, dan lain-lain," kata Hashim dalam Rapimnas Kadin dikutip, Rabu (3/12/2025).
Meski begitu Hashim menyampaikan bahwa komitmen pemerintah dalam transisi energi tetap kuat. Dalam 15 tahun ke depan, sekitar 76% daya listrik yang akan dibangun di Indonesia berasal dari energi baru dan terbarukan (EBT).
Salah satu fokus transisi energi yang disorot, kata Hashim adalah rencana pengembangan tenaga nuklir untuk kelistrikan. "Salah satu ciri khas yang baru adalah nanti penggunaan tenaga nuklir, tenaga nuklir. Ini sudah komit 500 megawatt, tapi nanti akan ditambah lagi dengan 6,5 gigawatt tenaga nuklir," ujarnya.
Maka dari itu, Hashim mengajak kepada anggota Kadin yang bergerak di pertambangan untuk mencari sumber daya uranium di Tanah Air guna mengembangkan listrik bersih. Adapun, uranium diketahui merupakan bahan bakar yang digunakan untuk pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









