Kemenhub Taksir Jumlah Penumpang Laut di Batam Naik 8 Persen saat Nataru 2026

AKURAT.CO Kementerian Perhubungan memprediksi kenaikan 8% jumlah penumpang angkutan laut selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru 2025/2026) di Batam, Kepulauan Riau.
Hal ini diungkapkan Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi saat meninjau secara langsung kesiapan sarana dan prasarana transportasi laut di Pelabuhan Harbour Bay dan Pelabuhan Penyeberangan Telaga Punggur, Batam, sebagai bagian dari persiapan menghadapi Nataru 2025/2026.
“Kemenhub memprediksi kenaikan 8 persen pergerakan penumpang angkutan laut di Batam, selama masa Angkutan Nataru 2025/2026. Karenanya kami ingin memastikan fasilitas terminal penumpang, armada kapal, serta sistem layanan publik berada dalam kondisi optimal,” kata Dudy dalam keterangannya, Kamis (11/12/2025).
Adapun pada Nataru 2024/2025 realisasi pergerakan penumpang angkutan laut berjumlah 764.099 orang, yang terdiri dari jumlah secara keseluruhan penumpang naik dan turun, baik internasional maupun domestik.
Baca Juga: Kemenhub Sediakan 33 Ribu Kuota Mudik Gratis saat Periode Nataru 2026
Dengan kenaikan 8%, maka prediksi penumpang untuk Nataru 2025/2026 adalah 825.226 pergerakan penumpang. Data ini didapat dari Pelabuhan Batam Center, Sekupang, Nongsa, Harbourbay, Batu Ampar, dan Telaga Punggur.
Puncak arus mudik diperkirakan berlangsung pada 20 Desember (Natal) dan 27 Desember (Tahun Baru), sementara puncak arus balik diprediksi terjadi pada 3 Januari 2026.
Dalam kunjungan ini, Dudy menegaskan peran strategis Batam sebagai hub transportasi laut yang melayani pergerakan penumpang domestik maupun internasional.
Menurutnya Batam merupakan salah satu kawasan dengan aktivitas transportasi laut yang sangat tinggi, sehingga aspek kelaikan kapal, keselamatan pelayaran, dan keadaan cuaca ekstrem belakangan ini juga harus menjadi perhatian utama.
“Kita harus pastikan kelancaran mobilitas masyarakat, kesiapan armada, peningkatan kualitas layanan, serta penguatan aspek keselamatan di Batam. Terkait cuaca ekstrem, seluruh informasi cuaca perlu disampaikan secara cepat dan akurat kepada operator maupun masyarakat untuk mendukung kelancaran perjalanan,” imbuh Dudy.
Dudy menekankan bahwa seluruh kapal bantuan harus laik operasi dan memenuhi seluruh persyaratan keselamatan agar dapat difungsikan sewaktu-waktu jika terjadi lonjakan penumpang atau kondisi darurat. Ia juga meminta seluruh pemangku kepentingan memperkuat komunikasi.
Berbagai skenario mitigasi risiko juga telah disiapkan, mulai dari penanganan cuaca ekstrem, penumpukan penumpang, gangguan sistem, hingga situasi darurat seperti kebakaran pelabuhan. Koordinasi dengan BMKG diperkuat melalui sistem peringatan dini agar keputusan operasional dapat diambil dengan cepat dan akurat.
Untuk mendukung kelancaran layanan selama masa Nataru, Batam menyiapkan 13 unit kapal penyeberangan, yang melayani rute Tg. Punggur–Tj. Uban, Tg. Punggur–Kuala Tungkal, Tg. Punggur–Sei Selari, serta sejumlah rute perintis yang menghubungkan pulau-pulau di Kepulauan Riau dan sekitarnya.
Kemenhub juga memastikan kesiapan kapal negara seperti KN P.112 Sarotama dan KN P.211 Rantos yang akan disiagakan untuk mendukung operasi SAR dan kebutuhan kedaruratan pada masa tingginya pergerakan penumpang.
Selain itu, KSOP Batam melaporkan bahwa selama periode persiapan Nataru dilakukan ramp check terhadap 177 unit kapal yang beroperasi di Batam, dengan 83 unit kapal menjalani pemeriksaan kelaiklautan di Batam, serta pemeriksaan tambahan terhadap 29 unit kapal di luar Batam dan 65 kapal berbendera asing, guna memastikan seluruh armada memenuhi standar keselamatan pelayaran yang dipersyaratkan.
“Keselamatan adalah prioritas utama. Tidak ada kompromi. Ramp check, pengecekan alat keselamatan, hingga kesiapan kru harus 100 persen,” sebut Dudy.
Dudy juga memimpin rapat koordinasi bersama pemangku kepentingan transportasi laut di Batam untuk memastikan kesiapan menyeluruh dalam menghadapi masa puncak libur akhir tahun.
Dalam tinjauan dan rapat koordinasi tersebut, Menhub memastikan kesiapan enam terminal pelabuhan penumpang utama: Batam Center, Sekupang, Harbourbay, Nongsa Pura, Batu Ampar (Bintang 99), dan Telaga Punggur.
Seluruh terminal kini telah dilengkapi CCTV terintegrasi dengan Pusdatin Kemenhub, sehingga pengawasan dapat dilakukan secara real-time untuk memonitor pergerakan penumpang dan memastikan standar operasional keselamatan berjalan optimal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









