Mendag: 20 Perjanjian Dagang Telah Efektif, 19 Lainnya Menyusul
Hefriday | 26 Desember 2025, 21:49 WIB

AKURAT.CO Menteri Perdagangan, Budi Santoso menyampaikan, bahwa Indonesia terus memperkuat diplomasi perdagangan melalui penyelesaian dan implementasi berbagai perjanjian dagang internasional.
Hingga saat ini, sebanyak 20 perjanjian dagang telah diimplementasikan, sementara 19 lainnya masih berada dalam tahap proses.
Sepanjang tahun ini, Indonesia berhasil menyelesaikan lima perundingan dagang strategis. Salah satunya adalah perjanjian dengan negara-negara anggota International Association of Eurasian Economic Union (IAEU), yang secara substansi telah disepakati meskipun belum seluruhnya ditandatangani secara formal pada tahap awal.
Selain itu, perjanjian dagang Indonesia–Tunisia juga telah rampung dan direncanakan akan ditandatangani pada Januari mendatang di Indonesia. Sementara itu, perjanjian Indonesia–Peru telah diselesaikan dan ditandatangani pada Agustus lalu.
Pembaruan penting lainnya adalah penandatanganan perjanjian Indonesia–IAEU Free Trade Agreement (FTA) yang dilakukan pada 21 Desember di Saint Petersburg.
"Perjanjian ini melibatkan lima negara Eurasia, yakni Rusia, Kazakhstan, Kyrgyzstan, Belarus, dan Armenia, serta disaksikan langsung oleh para kepala negara masing-masing," ujarnya di Pondok Indah Mall Jakarta, Jumat (26/12/2025).
Budi Santoso menjelaskan bahwa meskipun proses ratifikasi masih berjalan, pemerintah tidak menunggu tahapan tersebut selesai untuk mulai bergerak.
"Langkah awal yang dilakukan adalah membentuk business council, seperti Indonesia–IAEU Business Council, guna memfasilitasi komunikasi dan kerja sama antar pelaku usaha," jelasnya.
Selain pembentukan business council, Kementerian Perdagangan juga menyiapkan penyelenggaraan business forum yang akan dilaksanakan secara bertahap, dimulai secara daring. Forum ini akan melibatkan pelaku usaha dari Indonesia, negara-negara IAEU, serta Uni Eropa.
Dalam pelaksanaannya, pemerintah bekerja sama dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) dan Kamar Dagang dan Industri (KADIN). Sinergi ini diharapkan dapat mempercepat penjajakan peluang bisnis dan investasi lintas negara.
Untuk mendukung efektivitas business forum, perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri akan dimaksimalkan.
Di kawasan Uni Eropa yang memiliki 27 negara anggota, Indonesia memiliki 12 perwakilan perdagangan dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) yang siap difungsikan sebagai penghubung pelaku usaha.
Menurut Budi, meskipun sebagian perjanjian belum sepenuhnya diimplementasikan, para pelaku usaha dari masing-masing negara mitra telah mulai melakukan penjajakan dan mencari mitra strategis di Indonesia.
Hal ini menunjukkan respons positif dunia usaha terhadap arah kebijakan perdagangan nasional. "Fokus pemerintah ke depan adalah mempercepat implementasi perjanjian dagang agar manfaatnya segera dirasakan oleh pelaku usaha dalam negeri, khususnya dalam meningkatkan ekspor dan diversifikasi pasar," jelasnya.
Dengan semakin luasnya jaringan perjanjian dagang, pemerintah optimistis posisi Indonesia dalam rantai perdagangan global akan semakin kuat, sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









