Stok Beras Surplus, Pemerintah Tegaskan Tak Impor Beras di 2026

AKURAT.CO Pemerintah memastikan pasokan beras nasional dalam kondisi sangat aman hingga momen Ramadhan dan Lebaran 2026.
Dengan stok awal tahun mencapai 12,529 juta ton, Indonesia dipastikan tidak melakukan impor beras, baik untuk konsumsi maupun kebutuhan industri sepanjang tahun depan.
Kepala Badan Pangan Nasional sekaligus Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan kondisi stok beras saat ini merupakan yang tertinggi sejak Indonesia merdeka. Menurutnya, capaian tersebut menjadi tonggak penting dalam upaya menjaga ketahanan pangan nasional.
Baca Juga: Bantuan Pangan Tahap III Kementan-Bapanas Tiba di Aceh, 220 Ton Logistik Mendarat
“Ini bukan sekadar aman, tetapi sangat aman. Stok kita lebih dari cukup dan sepenuhnya tanpa impor,” ujar Amran dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Minggu (4/1/2026).
Amran menyebut Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Bulog kini telah melampaui 3 juta ton. Angka tersebut merupakan rekor tertinggi sepanjang sejarah dan mencerminkan keberhasilan kebijakan penyerapan beras petani.
Menurut Amran, keberlimpahan stok beras tidak hanya menjamin ketersediaan pangan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam menjaga stabilitas harga menjelang periode konsumsi tinggi seperti Ramadhan dan Idul Fitri.
“Tidak ada masalah hingga Lebaran 2026. Semua aman, stok kita surplus,” tegasnya.
Badan Pangan Nasional mencatat stok beras awal 2026 tersebar di berbagai lini, mulai dari rumah tangga produsen, konsumen, penggilingan, pedagang, hingga sektor horeka. Distribusi stok yang merata ini dinilai mampu meredam potensi gejolak pasokan.
Deputi Bapanas I Gusti Ketut Astawa menjelaskan, keputusan tidak melakukan impor beras pada 2026 telah diputuskan dalam forum penetapan Neraca Komoditas. Kebijakan tersebut juga konsisten diterapkan pada 2025.
Baca Juga: Kementan Kirim Bantuan Pangan ke SUmatera Lewat Kapal TNI AL
“Tidak ada kuota impor beras umum maupun bahan baku industri pada 2026,” ujarnya.
Pemerintah, lanjut Ketut, mendorong pelaku usaha nasional untuk memaksimalkan pemanfaatan beras pecah dan ketan pecah produksi dalam negeri sebagai bahan baku industri pangan.
Stok beras awal 2026 tercatat meningkat signifikan dibandingkan dua tahun sebelumnya. Dari 4,134 juta ton pada awal 2024, stok melonjak menjadi 8,402 juta ton pada awal 2025, lalu menembus 12,529 juta ton pada awal 2026.
Lonjakan tersebut diproyeksikan terus berlanjut seiring produksi beras nasional 2026 yang diperkirakan mencapai 34,7 juta ton. Dengan proyeksi tersebut, stok akhir tahun 2026 diperkirakan mencapai 16,194 juta ton.
Amran menegaskan kebijakan tanpa impor selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk melindungi petani dalam negeri. Pemerintah berkomitmen memastikan petani memperoleh harga yang layak dan hasil panen terserap maksimal.
“Petani tidak boleh rugi. Mereka harus sejahtera, karena mereka adalah tulang punggung ketahanan pangan nasional,” pungkas Amran.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






