Swasembada Tercapai, Bulog Dorong Beras Satu Harga dari Sabang sampai Merauke

AKURAT.CO Indonesia resmi mencatat sejarah baru di sektor pangan setelah mencapai swasembada beras sepanjang 2025. Capaian ini membuka jalan bagi kebijakan lanjutan yang lebih ambisius, yakni penerapan beras satu harga dari Sabang hingga Merauke.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan, bahwa keberhasilan Indonesia tidak melakukan impor beras sejak Januari hingga Desember 2025 menjadi fondasi kuat bagi kebijakan tersebut.
"Melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), Bulog menargetkan harga beras dapat dirasakan setara oleh masyarakat di seluruh Indonesia, dari wilayah barat hingga timur," ujarnya di Jakarta, Sabtu (10/1/2026).
Baca Juga: Zulhas Dorong Bulog Genjot Margin Demi Wujudkan Beras Satu Harga
Kebijakan ini juga dinilai relevan dengan kebutuhan masyarakat usia produktif, khususnya kelompok muda yang sensitif terhadap kenaikan harga pangan dan biaya hidup. Selain memperkuat ketahanan pangan, konsep beras satu harga diharapkan meningkatkan kepercayaan publik terhadap peran negara dalam menjaga kebutuhan pokok.
Bulog: Beras SPHP Satu Harga Jadi Target Nasional
Rizal menyampaikan bahwa Bulog memiliki visi jangka panjang untuk menyamakan harga beras SPHP di seluruh wilayah Indonesia. Menurutnya, konsep tersebut bukan sekadar wacana, melainkan cita-cita yang tengah dipersiapkan secara bertahap.
“Dari Sabang sampai Merauke, insya Allah Bulog bercita-cita meratakan satu harga beras SPHP. Harganya satu harga,” ujar Rizal.
Dirinya menambahkan, Bulog berperan aktif dalam mengawal swasembada pangan nasional, mulai dari penyerapan produksi petani hingga pengelolaan cadangan beras pemerintah.
Swasembada Beras Dideklarasikan Presiden Prabowo
Keberhasilan swasembada beras 2025 telah dideklarasikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto di Karawang, Jawa Barat, pada Rabu (7/1/2026). Deklarasi tersebut menjadi tonggak penting kemandirian pangan nasional yang sepenuhnya bertumpu pada produksi petani dalam negeri.
Puncak swasembada ditandai dengan stok beras Bulog mencapai 4,5 juta ton pada Juli 2025, mencerminkan kuatnya produksi nasional sekaligus efektivitas pengelolaan cadangan pangan.
Stok Beras Bulog Aman hingga 2026
Memasuki Januari 2026, Bulog mencatat stok beras sebesar 3,35 juta ton. Angka ini dinilai masih sangat aman untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga beras nasional, termasuk menghadapi periode konsumsi tinggi seperti Ramadan dan Idul Fitri 2026.
Bulog juga menargetkan penyerapan beras petani hingga 4 juta ton. Langkah ini tidak hanya bertujuan memperkuat cadangan nasional, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani serta membuka peluang ekspor beras Indonesia ke pasar global.
Tiru Pertamina, Bulog Ingin Hapus Disparitas Harga
Dalam merancang kebijakan beras satu harga, Bulog mencontoh keberhasilan kebijakan energi nasional yang dijalankan Pertamina. Menurut Rizal, pemerataan harga energi dari Sabang hingga Merauke dapat menjadi model bagi sektor pangan.
“Seperti Pertamina, dari Sabang sampai Merauke satu harga. Bulog juga ingin berasnya satu harga dari Sabang sampai Merauke,” tegasnya.
Saat ini, beras SPHP masih dijual berdasarkan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang dibedakan per zona, yakni, Rp12.500 per kg untuk Zona 1 (Jawa, Lampung, Sumatra Selatan, Bali, NTB, Sulawesi), Rp13.100 per kg untuk Zona 2 (Sumatra selain Lampung dan Sumsel, NTT, Kalimantan), Rp13.500 per kg untuk Zona 3 (Maluku dan Papua).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








