Mentan: Hilirisasi Ayam Jadi Kunci Kendalikan Inflasi dan Ekonomi Desa

AKURAT.CO Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman menegaskan, program hilirisasi ayam terintegrasi di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, tidak hanya bertujuan meningkatkan kesejahteraan peternak, tetapi juga menjadi instrumen strategis negara dalam menekan inflasi pangan dan memperkuat ekonomi pedesaan secara berkelanjutan.
Menurut Mentan, melalui sistem terintegrasi dari hulu hingga hilir, negara hadir memastikan ketersediaan bibit ayam atau Day Old Chick (DOC), pakan, hingga pemasaran hasil ternak dengan harga yang stabil dan terjangkau.
Skema tersebut diyakini mampu menekan biaya produksi yang selama ini menjadi beban utama peternak rakyat.
Baca Juga: Legislator Apresiasi Kementan Capai Swasembada Beras
“Program hilirisasi ayam terintegrasi salah satunya di Kabupaten Bone akan memberikan keuntungan langsung bagi peternak sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Mentan dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin (19/1/2026).
Dalam kunjungan kerja ke Kecamatan Ponre, Kabupaten Bone, Mentan bersama Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Agung Suganda meninjau kesiapan kawasan yang dirancang menjadi pusat peternakan unggas nasional.
Kunjungan tersebut juga dihadiri Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman dan Bupati Bone Andi Asman Sulaiman.
Mentan menjelaskan, hilirisasi ayam terintegrasi merupakan program strategis nasional yang sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.
Fokus utamanya adalah menciptakan kepastian usaha bagi peternak melalui jaminan harga DOC, pakan, dan pullet, sekaligus menjaga keberlanjutan produksi nasional.
“Kita ingin BUMN masuk untuk menjamin harga DOC, pakan, dan pullet, dengan kualitas dan kuantitas yang terjaga serta harga yang membuat peternak untung. Ini juga akan membuka lapangan kerja baru. Inilah program Presiden RI,” kata Mentan Amran.
Keterlibatan badan usaha milik negara dinilai krusial untuk mengurangi dominasi mekanisme pasar bebas yang kerap membuat peternak kecil berada pada posisi rentan.
Dengan sistem terintegrasi, rantai pasok dari pembibitan, pakan, budidaya, pengolahan hingga distribusi berada dalam satu ekosistem yang lebih terkendali.
Baca Juga: Kementan Rehabilitasi 100 Ribu Hektare Sawah di Sumatra
Mentan menekankan, stabilitas sektor perunggasan memiliki dampak langsung terhadap pengendalian inflasi pangan. Penurunan harga pakan dan DOC diyakini akan menekan harga daging ayam di tingkat konsumen, sekaligus menjaga margin usaha peternak.
“Sekarang kita bisa swasembada, petani bahagia, harga HPP baik, stok banyak. Ini pengendali inflasi terbaik, karena nanti harga pakan dan DOC turun,” ujar Mentan.
Amran menambahkan, penguatan sektor hulu dan hilir pertanian menjadi kunci ketahanan ekonomi nasional. Ketika peternak sejahtera dan usaha berkelanjutan, daya tahan ekonomi daerah ikut menguat.
“Kita bergerak dari hulu, lalu hilirnya menyentuh seluruh peternak di Indonesia. Kalau peternak sejahtera, negara akan kuat,” kata Mentan.
Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menyatakan proyek hilirisasi ayam terintegrasi akan memperkokoh posisi Sulsel sebagai pusat pengembangan peternakan nasional sekaligus motor pertumbuhan ekonomi pedesaan.
“Sulawesi Selatan siap menjadi lumbung dan pusat pengembangan peternakan nasional. Proyek ini akan memperkuat ekosistem peternakan, meningkatkan daya saing daerah, dan memberi dampak ekonomi langsung bagi masyarakat,” ujarnya.
Dengan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan BUMN, program hilirisasi ayam terintegrasi di Bone diproyeksikan menjadi model nasional pengembangan peternakan modern yang efisien, berkelanjutan, dan berpihak pada peternak rakyat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








