ESDM Susun Roadmap Hidrogen Nasional, Target 199 Ton Hijau

AKURAT.CO Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyusun National Hydrogen Roadmap yang disusun berdasarkan rencana aksi yang selaras dengan rencana dan komitmen industri.
Hal itu dikatakan Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), Eniya Listiani Dewi dalam Launching Global Hydrogen Ecosystem Summit (GHES) 2026.
"Dan di tahun 2026 ini KPI dari EBTKE bertambah satu lagi yaitu mengenai pencapaian hidrogen hijau yang kita harapkan makin bertambah seiring dengan rencana umum energi nasional kita. Jadi kita harapkan penambahan hidrogen hijau yang diagendakan 2026 ini harus mencapai lebih dari 199 ton per tahun," kata Eniya dikutip, Rabu (11/2/2026).
Baca Juga: Kementerian ESDM Ungkap Alasan SPBH Daan Mogot Dipindah
Lebih lanjut, Eniya mengatakan bahwa salah satu langkah membentuk ekosistem hidrogen adalah dengan mengatur harga komoditas tersebut.
Saat ini, belum ada beleid yang mengatur harga hidrogen. Sehingga, pemanfaatan hidrogen yang selama ini dilakukan untuk sektor industri masih berbasis pada kesepakatan business to business (B2B).
"Di situ masih B2B, sekarang kita sedang mengumpulkan exactly harganya bagaimana nih, gitu diaturnya," ujarnya.
Sementara itu, Wakil Menteri ESDM, Yuliot menegaskan bahwa hidrogen memiliki peran strategis sebagai salah satu pendorong pergeseran dari energi fosil ke sumber energi terbarukan, karena hidrogen merupakan pembawa energi nol karbon selain listrik.
"Dalam jangka panjang, Indonesia menargetkan pengurangan porsi pemanfaatan energi fosil secara bertahap sebagai bagian dari pencapaian Net Zero Emission pada tahun 2060 atau lebih cepat. Salah upayanya adalah menetapkan hidrogen dan amonia sebagai Sumber Energi Baru," ucap Yuliot.
Menurut Yuliot, pemanfaatan hidrogen di dalam negeri saat ini sudah ada di sektor industri, terutama sebagai bahan baku pupuk.
Konsumsi hidrogen di Indonesia saat ini berkisar 1,75 juta ton per tahun, dengan pemanfaatan didominasi untuk urea 88%, amonia 4%, dan kilang minyak 2%.
Baca Juga: Audit Masih Berjalan, Kementerian ESDM Optimistis PLTA Batang Toru COD Oktober 2026
Yuliot menambahkan, untuk tujuan dekarbonisasi, hidrogen bisa dimanfaatkan pada sektor-sektor yang sulit dikurangi emisinya (hard-to-abate sectors), seperti transportasi jarak jauh, pelayaran, penerbangan, produksi baja, serta pemanasan pada industri dan manufaktur.
Yuliot juga menilai Indonesia mempunyai peluang besar untuk mengembangkan hidrogen dan amonia sebagai bagian integral dari agenda transisi energi nasional sekaligus mendukung dekarbonisasi sistem energi global.
Hal ini sejalan dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto untuk mempercepat pemanfaatan energi baru dan terbarukan secara masif.
"Peluang tersebut ditopang oleh modal dasar yang kuat, antara lain ketersediaan potensi energi baru dan terbarukan (EBT) yang melimpah, komitmen Indonesia terhadap mitigasi perubahan iklim global, serta posisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan yang berada pada jalur utama perdagangan internasional. Dengan keunggulan tersebut, Indonesia berpotensi menjadi hub hidrogen dan amonia di kawasan Asia Pasifik," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








