Pertamina Trans Kontinental Uji Kesiapan Sistem Keamanan Pelabuhan Energi di Tanjung Santan
Lukman Nur Hakim Akurat.co | 9 Februari 2026, 16:41 WIB

AKURAT.CO PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) melakukan Manuvra/Drill International Ship and Port Facility Security (ISPS) Code di Tanjung Santan Marine Terminal, fasilitas strategis milik PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur(PHKT).
Hal ini dilakukan guna memperkuat keandalan layanan security management dan port facility support. Kegiatan ini juga bagian dari layanan security assurance PTK sebagai Recognized Security Organization (RSO) untuk memastikan keamanan operasional pelabuhan energi yang berisiko tinggi dan beroperasi secara berkelanjutan.
Direktur Armada PT Pertamina Trans Kontinental, Dewi Susanti, menyampaikan bahwa penguatan keamanan pelabuhan merupakan bagian penting dari keandalan layanan maritim PTK.
“Manuvra ISPS Code menjadi bukti kesiapan sistem, personel, dan dukungan operasional PTK dalam menjaga keamanan dan kelancaran operasi pelabuhan energi strategis, sekaligus memastikan aspek keselamatan menjadi fondasi utama layanan marine dan port facility support,” kata Dewi dalam keterangannya, Senin (9/2/2026).
Direktur Armada PT Pertamina Trans Kontinental, Dewi Susanti, menyampaikan bahwa penguatan keamanan pelabuhan merupakan bagian penting dari keandalan layanan maritim PTK.
“Manuvra ISPS Code menjadi bukti kesiapan sistem, personel, dan dukungan operasional PTK dalam menjaga keamanan dan kelancaran operasi pelabuhan energi strategis, sekaligus memastikan aspek keselamatan menjadi fondasi utama layanan marine dan port facility support,” kata Dewi dalam keterangannya, Senin (9/2/2026).
Baca Juga: Pertamina Groundbreaking Biorefinery Cilacap, Produksi SAF Ditargetkan 887 KL per Hari
Dari sisi pengguna jasa, Direktur Utama PT Pertamina Hulu Indonesia Regional 3 Kalimantan, Sunaryanto, menegaskan bahwa keandalan sistem keamanan pelabuhan berpengaruh langsung terhadap keberlangsungan operasi hulu migas.
Dirinya menyampaikan bahwa keamanan fasilitas pelabuhan merupakan prasyarat utama kelancaran distribusi material dan hasil produksi. “Sehingga, manuvra ini memberikan keyakinan bahwa sistem pengamanan berjalan efektif, patuh standar internasional, dan siap menghadapi dinamika risiko keamanan maritim,” ujar yaumal.
Sementara itu, Direktur Latihan Manuvra ISPS Code sekaligus Operasional RSO PTK, Marcellus Hakeng Jayawibawa menjelaskan bahwa simulasi dilaksanakan dengan skenario realistis, termasuk potensi ancaman penyusupan melalui akses kanal jetty.
Pengujian mencakup aktivasi security level, mekanisme pelaporan berjenjang, serta koordinasi terpadu antara PFSO, Ship Security Officer (SSO), dan pemangku kepentingan terkait. “Hasil evaluasi pasca-manuvra menjadi dasar continuous improvement untuk memperkuat sistem keamanan pelabuhan ke depan,” tutur Marcellus
Pelaksanaan manuvra ini juga memastikan kepatuhan terhadap regulasi nasional dan standar internasional, termasuk SOLAS Chapter XI-2 dan ISPS Code. Bagi klien dan calon klien, kepatuhan tersebut menjadi nilai tambah layanan PTK karena memberikan kepastian bahwa fasilitas pelabuhan yang didukung telah memenuhi standar keamanan global, sekaligus membantu memitigasi risiko operasional dan reputasi di sektor energi.
Secara lebih luas, penguatan sistem keamanan di Tanjung Santan Marine Terminal memberikan dampak langsung bagi masyarakat melalui terjaganya keberlanjutan operasi migas yang aman dan andal. Rantai pasok energi yang terlindungi dari risiko keamanan mendukung stabilitas produksi dan distribusi energi nasional.
Melalui Manuvra ISPS Code ini, PTK menegaskan posisinya sebagai mitra strategis keamanan maritim dan port facility support, yang memastikan setiap operasi kapal dan fasilitas pelabuhan berjalan aman, patuh regulasi, serta siap menghadapi risiko keamanan laut secara profesional dan berkelanjutan.
Adapun, pelaksanaan manuvra melibatkan kolaborasi lintas pemangku kepentingan yang terintegrasi, mencakup PTK sebagai RSO dan pengendali latihan, Port Facility Security Officer (PFSO) Tanjung Santan Marine Terminal, manajemen PHKT sebagai pengguna jasa dan pemilik fasilitas, serta Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas III Tanjung Santan sebagai regulator.
Dari sisi pengguna jasa, Direktur Utama PT Pertamina Hulu Indonesia Regional 3 Kalimantan, Sunaryanto, menegaskan bahwa keandalan sistem keamanan pelabuhan berpengaruh langsung terhadap keberlangsungan operasi hulu migas.
Dirinya menyampaikan bahwa keamanan fasilitas pelabuhan merupakan prasyarat utama kelancaran distribusi material dan hasil produksi. “Sehingga, manuvra ini memberikan keyakinan bahwa sistem pengamanan berjalan efektif, patuh standar internasional, dan siap menghadapi dinamika risiko keamanan maritim,” ujar yaumal.
Sementara itu, Direktur Latihan Manuvra ISPS Code sekaligus Operasional RSO PTK, Marcellus Hakeng Jayawibawa menjelaskan bahwa simulasi dilaksanakan dengan skenario realistis, termasuk potensi ancaman penyusupan melalui akses kanal jetty.
Pengujian mencakup aktivasi security level, mekanisme pelaporan berjenjang, serta koordinasi terpadu antara PFSO, Ship Security Officer (SSO), dan pemangku kepentingan terkait. “Hasil evaluasi pasca-manuvra menjadi dasar continuous improvement untuk memperkuat sistem keamanan pelabuhan ke depan,” tutur Marcellus
Pelaksanaan manuvra ini juga memastikan kepatuhan terhadap regulasi nasional dan standar internasional, termasuk SOLAS Chapter XI-2 dan ISPS Code. Bagi klien dan calon klien, kepatuhan tersebut menjadi nilai tambah layanan PTK karena memberikan kepastian bahwa fasilitas pelabuhan yang didukung telah memenuhi standar keamanan global, sekaligus membantu memitigasi risiko operasional dan reputasi di sektor energi.
Secara lebih luas, penguatan sistem keamanan di Tanjung Santan Marine Terminal memberikan dampak langsung bagi masyarakat melalui terjaganya keberlanjutan operasi migas yang aman dan andal. Rantai pasok energi yang terlindungi dari risiko keamanan mendukung stabilitas produksi dan distribusi energi nasional.
Melalui Manuvra ISPS Code ini, PTK menegaskan posisinya sebagai mitra strategis keamanan maritim dan port facility support, yang memastikan setiap operasi kapal dan fasilitas pelabuhan berjalan aman, patuh regulasi, serta siap menghadapi risiko keamanan laut secara profesional dan berkelanjutan.
Adapun, pelaksanaan manuvra melibatkan kolaborasi lintas pemangku kepentingan yang terintegrasi, mencakup PTK sebagai RSO dan pengendali latihan, Port Facility Security Officer (PFSO) Tanjung Santan Marine Terminal, manajemen PHKT sebagai pengguna jasa dan pemilik fasilitas, serta Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (KUPP) Kelas III Tanjung Santan sebagai regulator.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






