Kementerian PU Dorong Percepatan Anggaran untuk Pemulihan Infrastruktur di Sumatra

AKURAT.CO Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mendorong percepatan realisasi anggaran guna mendukung pemulihan infrastruktur pascabencana di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Menteri PU, Dody Hanggodo menegaskan bahwa program rehabilitasi dan rekonstruksi telah berjalan sejak masa tanggap darurat, sehingga memerlukan dukungan pendanaan yang segera direalisasikan agar dapat terus dilanjutkan.
“Pada prinsipnya kami siap melaksanakan seluruh arahan yang telah disepakati. Namun, percepatan di lapangan sangat bergantung pada ketersediaan dan pencairan anggaran. Kami berharap anggaran dapat segera direalisasikan agar pekerjaan yang sudah berjalan dapat terus dilanjutkan dan diselesaikan,” kata Dody dalam keterangannya, Selasa (7/4/2026).
Baca Juga: Rehabilitasi Pascabencana Sumatra, BP BUMN Dorong Penguatan Tata Kelola Kawasan Hutan
Secara keseluruhan, kebutuhan penanganan infrastruktur pascabencana di tiga provinsi mencapai Rp73,98 triliun untuk periode 2025–2028. Dari jumlah tersebut, kebutuhan pada tahun 2026 mencapai Rp25,40 triliun.
Untuk menjaga kesinambungan pekerjaan, diperlukan percepatan alokasi Anggaran Belanja Tambahan (ABT) sebesar Rp6,35 triliun pada tahun 2026 guna mendukung keberlanjutan pekerjaan rehabilitasi dan rekonstruksi yang telah dimulai sejak masa tanggap darurat.
“Kendala utama kami adalah keterbatasan anggaran, sehingga kami berharap ada percepatan pencairan, agar pekerjaan dapat terus berjalan dan memberikan kepastian pembayaran di lapangan,” tambahnya.
Di sisi lain, progres penanganan di lapangan menunjukkan perkembangan yang signifikan. Pada sektor air baku dan air bersih, capaian rata-rata mencapai 72%, dengan 165 dari 176 SPAM telah kembali fungsional (94%) serta seluruh embung terdampak telah tertangani. Sementara, di sektor sumber daya air, capaian di tingkat pusat mencapai 61% dan daerah 34%.
Pada sektor konektivitas, seluruh 107 ruas jalan nasional dan 43 jembatan nasional telah kembali fungsional 100%. Untuk jaringan daerah, dari 2.421 ruas jalan terdampak, 94% telah fungsional, serta dari 1.181 jembatan terdampak, 67% telah kembali berfungsi.
Di sektor permukiman dan fasilitas umum, pembersihan telah dilakukan di 571 lokasi dengan capaian 92,64%. Penanganan hunian untuk 1.545 kepala keluarga telah mencapai progres 93,22% dengan 1.456 unit rumah selesai dibangun.
Sebagai bagian dari upaya penguatan mitigasi, pemerintah juga menyiapkan rencana pembangunan 108 unit sabo dam serta melanjutkan program Padat Karya Tunai (Cash for Work) yang pada tahun 2025 telah menyerap 50.360 tenaga kerja dengan nilai Rp1,11 triliun.
Dody juga menegaskan bahwa koordinasi dengan Kementerian/ Lembaga dan pemerintah daerah terus diperkuat untuk memastikan seluruh program berjalan selaras dan tepat sasaran.
“Koordinasi dengan pemerintah daerah dan kementerian terkait terus kami lakukan agar seluruh program berjalan selaras. Pada prinsipnya, apa yang disampaikan dalam forum ini sejalan dengan langkah yang telah kami kerjakan di lapangan,” tutur Dody.
Kementerian PU optimistis percepatan realisasi anggaran akan memperkuat proses pemulihan infrastruktur, sehingga rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah terdampak dapat berjalan lebih cepat dan memberikan kepastian bagi masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









