Akurat Logo

Momentum Penguatan Wisata Bahari Indonesia, Event DXI 2026 Kembali Digelar

Andi Syafriadi | 23 April 2026, 14:41 WIB
Momentum Penguatan Wisata Bahari Indonesia, Event DXI 2026 Kembali Digelar
DXI 2026 digelar di JICC Jakarta pada 23–26 April. Pameran ini mendorong kolaborasi industri diving, wisata bahari, dan petualangan untuk memperkuat pariwisata Indonesia.

AKURAT.CO Pameran diving dan wisata petualangan terbesar di Indonesia, Deep and Extreme Indonesia (DXI) 2026, kembali digelar pada 23–26 April 2026 di Hall B Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta.

Ajang yang diselenggarakan Dyandra Event Solutions ini hadir dengan konsep lebih besar dan kolaboratif, seiring meningkatnya tren wisata berbasis alam dan petualangan pascapandemi.

Mengusung tema #DAREtoXPLORE: Waves of Collaboration, DXI 2026 menjadi wadah yang mempertemukan pelaku industri diving, wisata bahari, outdoor adventure, hingga komunitas dan lifestyle dalam satu platform.

Presiden Direktur Dyandra Event Solutions, Michael Bayu A. Sumarijanto, menegaskan bahwa DXI bukan sekadar pameran, tetapi juga bagian dari upaya membangun ekosistem industri.

Baca Juga: HIPPI Serukan Keseimbangan Pariwisata: Jangan Hanya Kejar Wisatawan, Industri Harus Dilindungi

“Sebagai penyelenggara, kami secara konsisten menghadirkan DXI sebagai bentuk komitmen dalam mengembangkan industri extreme sport di Indonesia,” ujar Michael di Jakarta, Kamis (23/4/2026).

Menurutnya, konsistensi tersebut menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan industri.

“Konsistensi ini tidak hanya memperkuat posisi DXI sebagai benchmark pameran extreme sport, tetapi juga sebagai platform strategis yang mendorong pertumbuhan ekosistem, mulai dari pelaku usaha, komunitas, hingga regenerasi talenta,” jelasnya.

Momentum ini sejalan dengan dorongan pemerintah yang mulai memprioritaskan pengembangan wisata bahari sebagai salah satu tulang punggung pariwisata nasional.

Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa menegaskan bahwa Indonesia memiliki kekuatan besar di sektor ini.

“Indonesia memiliki kekayaan laut yang luar biasa dan ini menjadi kekuatan besar untuk menarik wisatawan mancanegara,” ujarnya.

Ia menambahkan, tren global saat ini menunjukkan peningkatan minat wisatawan terhadap aktivitas outdoor dan eksplorasi.

Baca Juga: Menemukan "Yang Tak Terlihat" dalam Ekosistem Pariwisata Lokal

“Pengembangan wisata bahari, termasuk diving dan wisata petualangan, harus dilakukan secara berkelanjutan dan berkualitas,” tambahnya.

Kolaborasi Industri dan Penguatan Global

DXI 2026 tidak hanya menjadi ajang pameran, tetapi juga platform kolaborasi lintas industri.

Tahun ini, DXI menjalin kerja sama internasional dengan ADEX 360 (Asia Dive Expo) untuk memperluas jejaring industri diving dan petualangan Indonesia di tingkat global.

Michael menilai kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam mendorong daya saing industri.

“DXI kami rancang sebagai ruang kolaborasi. Bukan hanya antara pelaku industri, tetapi juga komunitas, kreator, hingga generasi muda yang ingin terlibat dalam dunia diving dan outdoor,” katanya.

Ia menambahkan, sinergi tersebut diharapkan mampu mempercepat pertumbuhan industri wisata minat khusus di Indonesia.

“Melalui kolaborasi ini, kami ingin mendorong industri tidak hanya tumbuh, tetapi juga memiliki daya saing di tingkat internasional,” ujarnya.

Program Interaktif hingga Kompetisi

Selama empat hari, DXI 2026 menghadirkan berbagai program interaktif untuk beragam kalangan, mulai dari pegiat diving hingga keluarga.

Program unggulan meliputi Diving & Underwater Experience, Adventure & Outdoor Activities, Workshop & Sharing Session, serta Family Kids Activities.

Selain itu, pengunjung juga dapat menyaksikan berbagai kompetisi seperti Underwater Mermaid, Underwater Photo, Underwater Dance, Underwater Modelling, hingga Adventure Shootout.

Michael menyebut, ragam program ini dirancang untuk memperluas jangkauan pengunjung.

“Kami ingin DXI bisa dinikmati semua kalangan, tidak hanya komunitas diving, tetapi juga keluarga dan masyarakat umum yang ingin mengenal dunia petualangan,” ujarnya.

Libatkan Influencer Lewat “DXI First Wave”

Menjelang pelaksanaan, DXI 2026 menghadirkan pre-event bertajuk DXI First Wave yang melibatkan influencer, komunitas, dan content creator.

Program ini bertujuan meningkatkan awareness publik sekaligus memperluas jangkauan informasi melalui konten digital.

Michael mengatakan pendekatan ini penting untuk menjangkau generasi muda.

“Kolaborasi dengan kreator digital menjadi langkah strategis untuk memperluas engagement sekaligus memperkenalkan industri ini kepada generasi muda,” jelasnya.

DXI 2026 turut menghadirkan berbagai brand lokal seperti Java Sidemount, Hippocampus, Respiro, NJS Helmet, Iwani, Deride, KLUK, Madlife, hingga RD1 Oxygen Rebreather.

Kehadiran brand lokal ini menunjukkan bahwa produk Indonesia mampu bersaing dari sisi kualitas dan inovasi di industri diving dan adventure.

Michael menegaskan, DXI juga menjadi panggung bagi produk lokal untuk berkembang.

“Kami ingin memberikan ruang bagi brand lokal untuk tampil dan menunjukkan bahwa produk Indonesia mampu bersaing, baik dari sisi kualitas maupun inovasi,” tegasnya.

Melalui kolaborasi lintas sektor ini, DXI diharapkan dapat menjadi motor penggerak wisata minat khusus sekaligus memperluas jejaring bisnis di tingkat nasional maupun global.

“Harapannya, DXI tidak hanya menjadi event tahunan, tetapi juga katalis yang mendorong pertumbuhan industri secara berkelanjutan,” tutup Michael.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.