3.674 Perlintasan Sebidang Disorot, 80 Persen Kecelakaan Terjadi di Titik Tak Terjaga

AKURAT.CO PT Kereta Api Indonesia (Persero) bersama Danantara, BP BUMN, Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA), dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menggelar Kick Off Meeting Penanganan Perlintasan Sebidang.
Kegiatan ini menjadi forum penyelarasan langkah lintas sektor untuk mempercepat peningkatan keselamatan di perlintasan sebidang yang memiliki tingkat risiko tinggi di berbagai wilayah.
Saat ini terdapat 3.674 perlintasan sebidang di Indonesia, dengan 1.810 titik menjadi fokus penanganan. Dari jumlah tersebut, 172 perlintasan diarahkan untuk penutupan karena kondisi terbatas, sementara 1.638 perlintasan lainnya memerlukan peningkatan fasilitas keselamatan secara bertahap.
Baca Juga: Antisipasi Kecelakaan Kereta Api, Sistem Visual Masinis Perlu Ditingkatkan
Dalam periode 2023 hingga 2026, tercatat 948 korban akibat kecelakaan di perlintasan sebidang, dengan sekitar 80% kejadian terjadi pada perlintasan yang belum terjaga. Kondisi ini mendorong percepatan langkah penanganan yang lebih terarah dan terkoordinasi.
Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub, Allan Tandiono dalam sambutannya menegaskan bahwa keselamatan menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan transportasi.
“Tidak ada yang lebih berharga daripada nyawa manusia. Perlintasan sebidang adalah titik temu dua sistem transportasi dengan pola operasi berbeda. Kereta tidak dapat berhenti mendadak, sementara lalu lintas jalan bersifat dinamis. Jika tidak dikelola dengan baik, risikonya sangat tinggi,” kata Allan dalam kegiatan tersebut, Selasa (5/5/2026).
Allan menambahkan bahwa penanganan perlintasan sebidang membutuhkan keterlibatan seluruh pihak secara kolektif, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, operator, hingga masyarakat.
“Pendekatan yang dilakukan harus komprehensif, melalui penutupan perlintasan berisiko tinggi, peningkatan sistem keselamatan, serta pembangunan perlintasan tidak sebidang dalam jangka panjang,” tambahnya.
Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin menyampaikan bahwa pertemuan ini menjadi titik awal percepatan langkah yang lebih konkret di lapangan, sekaligus refleksi atas kejadian yang terjadi sebelumnya.
“Kami menyampaikan duka cita atas kejadian pada 27 April 2026. Terdapat 16 korban meninggal dunia dan 17 pelanggan masih dalam perawatan, dengan kondisi yang terus membaik. Kejadian ini menjadi pengingat bahwa tanggung jawab keselamatan ada pada kita semua,” ujar Bobby.
Baca Juga: Perlintasan Sebidang Masalah Klasik Kecelakaan Kereta Api, DPR Minta Penanganan Serius
Bobby menegaskan bahwa langkah penanganan akan difokuskan pada percepatan aksi di lapangan, termasuk penutupan 172 perlintasan yang telah teridentifikasi, serta peningkatan penjagaan pada ratusan titik lainnya.
Selain itu, KAI juga akan memperkuat penerapan teknologi keselamatan, termasuk pemanfaatan sistem berbasis komunikasi, GPS, serta pengembangan sistem otomatisasi untuk mendukung pengendalian operasional yang lebih responsif terhadap potensi risiko.
Melalui kick off meeting ini, para pihak menyepakati penguatan kolaborasi dalam penanganan perlintasan sebidang, termasuk percepatan penutupan titik berisiko tinggi, peningkatan fasilitas keselamatan, serta penguatan pengawasan dan edukasi kepada masyarakat.
Komitmen ini merupakan tindak lanjut dari sinergi antar lembaga dalam peningkatan keselamatan perlintasan sebidang yang telah dibangun sebelumnya.
Setiap pihak akan menjalankan peran sesuai kewenangannya, mulai dari penguatan regulasi, dukungan pendanaan, hingga implementasi teknis di lapangan.
“Keselamatan adalah prioritas yang harus dijaga setiap saat. KAI bersama seluruh pemangku kepentingan akan menjalankan setiap langkah secara disiplin dan berkelanjutan, agar risiko di perlintasan dapat ditekan dan masyarakat dapat beraktivitas dengan rasa aman,” tutur Bobby.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









