Akurat Logo

Bulog Distribusikan Beras SPHP ke 20 Juta Warga per Awal Juni 2026

Esha Tri Wahyuni | 7 Juni 2026, 22:08 WIB
Bulog Distribusikan Beras SPHP ke 20 Juta Warga per Awal Juni 2026
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani

AKURAT.CO Perum Bulog mempercepat penyaluran bantuan pangan beras dan distribusi beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di berbagai daerah seiring meningkatnya kebutuhan menjaga stabilitas harga pangan nasional. 

Langkah ini didukung oleh ketersediaan stok beras pemerintah yang mencapai sekitar 5,3 juta ton hingga awal Juni 2026.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, pemerintah telah menyiapkan berbagai instrumen untuk mengantisipasi dinamika harga beras yang terjadi di sejumlah wilayah. 

Baca Juga: Bapanas Kebut Penyaluran Beras SPHP, Realisasi Capai 51 Persen

Salah satu upaya utama yang saat ini dijalankan adalah mempercepat distribusi bantuan pangan dan memperluas penyaluran beras SPHP ke pasar-pasar rakyat.

"Bulog memperkuat langkah stabilisasi pangan nasional melalui percepatan penyaluran bantuan pangan beras serta penggelontoran beras SPHP ke berbagai wilayah," kata Ahmad Rizal Ramdhani dalam keterangannya, Minggu (7/6/2026).

Menurut Rizal, stok beras yang saat ini dikelola Bulog mencapai sekitar 5,3 juta ton. Jumlah tersebut dinilai sangat memadai untuk memenuhi kebutuhan program bantuan pangan, penyaluran SPHP, hingga berbagai intervensi pemerintah guna menjaga stabilitas pasokan dan harga beras di seluruh Indonesia.

Data Bulog menunjukkan hingga 6 Juni 2026, realisasi bantuan pangan beras telah mencapai hampir 60% dari target nasional. Program tersebut telah menjangkau hampir 20 juta Penerima Bantuan Pangan (PBP) dari total target sebanyak 33,2 juta PBP.

Setiap penerima manfaat memperoleh bantuan beras sebanyak 20 kilogram yang merupakan alokasi Februari dan Maret 2026. Pemerintah menargetkan seluruh bantuan dapat tersalurkan kepada keluarga penerima manfaat hingga akhir Juni 2026.

"Percepatan penyaluran bantuan pangan akan memberikan dampak langsung terhadap penguatan daya beli masyarakat sekaligus membantu meredam tekanan harga beras di tingkat konsumen," ujar Rizal.

Selain bantuan pangan, Bulog juga terus mengoptimalkan distribusi beras SPHP yang hingga saat ini telah mencapai sekitar 315 ribu ton. 

Beras tersebut disalurkan melalui berbagai kanal resmi, mulai dari pasar tradisional, kios pangan, Gerakan Pangan Murah (GPM), hingga jaringan pengecer yang bekerja sama dengan pemerintah daerah.

Rizal menegaskan program SPHP merupakan instrumen strategis pemerintah untuk memastikan masyarakat tetap memperoleh beras dengan harga yang terjangkau di tengah dinamika pasar pangan.

"Oleh karena itu, penyalurannya terus kami percepat dan perluas agar manfaatnya dapat dirasakan secara merata," katanya.

Ketersediaan stok beras sebesar 5,3 juta ton menjadi salah satu faktor penting dalam strategi stabilisasi pangan nasional tahun ini. Jumlah tersebut merupakan cadangan yang digunakan pemerintah untuk mendukung berbagai program intervensi pasar, termasuk bantuan pangan dan SPHP.

Sebagai informasi, penguatan cadangan beras pemerintah menjadi instrumen utama dalam mengendalikan gejolak harga pangan, terutama ketika terjadi gangguan produksi, distribusi, maupun peningkatan permintaan musiman.

Kombinasi antara bantuan pangan langsung kepada masyarakat dan distribusi beras SPHP ke pasar dinilai menjadi pendekatan yang efektif untuk menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan di tingkat konsumen.

Pemerintah berharap langkah tersebut dapat menahan laju kenaikan harga beras sekaligus menjaga keterjangkauan pangan bagi kelompok masyarakat rentan.

Percepatan distribusi bantuan pangan berpotensi memberikan efek ganda terhadap perekonomian. Di satu sisi, program tersebut membantu menjaga daya beli jutaan keluarga penerima manfaat. Di sisi lain, penggelontoran beras SPHP ke pasar dapat menambah pasokan dan mengurangi tekanan harga di tingkat konsumen.

Dengan hampir 20 juta penerima manfaat yang telah menerima bantuan dan target penyaluran yang terus dikejar hingga akhir Juni, pemerintah berharap stabilitas harga beras dapat tetap terjaga selama semester pertama 2026.

Bulog juga memastikan seluruh Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang saat ini dikelola berada dalam kondisi aman dan siap digunakan sewaktu-waktu untuk mendukung kebijakan stabilisasi pangan nasional.

"Kami mengajak masyarakat untuk tetap tenang karena stok beras nasional dalam kondisi sangat mencukupi," tegas Rizal.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.