Akurat Logo

Laba Bersih Mora Melonjak 96,5 Persen, Ini Mesin Pertumbuhan yang Mendorong Kinerja MoraRepublic pada 2025

Idham Nur Indrajaya | 15 Juni 2026, 15:48 WIB
Laba Bersih Mora Melonjak 96,5 Persen, Ini Mesin Pertumbuhan yang Mendorong Kinerja MoraRepublic pada 2025
Laba bersih MoraRepublic melonjak 96,5% menjadi hampir Rp516 miliar pada 2025, ditopang pertumbuhan retail, enterprise, dan wholesale. dok. MoraRepublic

AKURAT.CO Di tengah persaingan ketat industri internet dan telekomunikasi, tidak banyak perusahaan yang mampu mencatat pertumbuhan laba hampir dua kali lipat dalam satu tahun. Apalagi di sektor yang membutuhkan investasi besar seperti jaringan fiber optic, data center, dan infrastruktur digital.

Namun hal itulah yang berhasil dicapai PT Ekamas Mora Republik Tbk (MORA) atau MoraRepublic. Dalam Paparan Publik Tahunan 2026, perusahaan melaporkan laba bersih hampir Rp516 miliar pada tahun buku 2025, melonjak sekitar 96,5% dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di kisaran Rp263 miliar.

Lonjakan tersebut menjadi salah satu pencapaian paling mencolok dalam kinerja keuangan perusahaan, terutama karena terjadi bersamaan dengan ekspansi jaringan, peningkatan jumlah pelanggan, dan penguatan kapasitas infrastruktur digital.

Ringkasan

Berikut ringkasan kinerja keuangan dan operasional MoraRepublic sepanjang 2025:

  • Laba bersih naik 96,5% menjadi hampir Rp516 miliar

  • EBITDA meningkat 9,8% menjadi sekitar Rp2 triliun

  • Pendapatan retail tumbuh 21% menjadi sekitar Rp1,3 triliun

  • Pendapatan wholesale naik sekitar 9% menjadi Rp876 miliar

  • Homepass bertambah 36% menjadi lebih dari 1 juta

  • Pelanggan retail meningkat 46% menjadi lebih dari 330 ribu

  • Pelanggan enterprise tumbuh 44% menjadi lebih dari 17 ribu

  • Kapasitas bandwidth meningkat 18% menjadi sekitar 38 Tbps

Data tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan laba tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan didukung peningkatan kinerja di berbagai lini bisnis.

Mengapa Laba Bersih MoraRepublic Naik 96,5 Persen?

Kenaikan laba bersih hampir dua kali lipat biasanya tidak hanya disebabkan oleh pertumbuhan pendapatan semata. Dalam banyak kasus, lonjakan laba terjadi ketika pertumbuhan bisnis berjalan bersamaan dengan peningkatan efisiensi operasional.

Direktur MoraRepublic, Gentha Andhika Putra, menjelaskan bahwa pertumbuhan pelanggan dan ekspansi jaringan memberikan dampak langsung terhadap kinerja penjualan perusahaan.

"Sepanjang tahun 2025, Perseroan berhasil melakukan ekspansi jaringan FTTH dengan peningkatan homepass sekitar 36% menjadi lebih dari 1 juta homepass," ujar Gentha dalam Public Expose Tahunan yang diselenggarakan di Jakarta, Senin, 15 Juni 2026.

Menurutnya, peningkatan jangkauan jaringan tersebut mendorong pertumbuhan pelanggan dan pendapatan di berbagai segmen bisnis.

"Hal ini berdampak positif terhadap kinerja penjualan Perseroan, di mana jumlah pelanggan FTTH meningkat sekitar 46% menjadi lebih dari 330 ribu pelanggan, serta pelanggan enterprise tumbuh sekitar 44% menjadi lebih dari 17 ribu pelanggan," katanya.

Dari sisi bisnis, pertumbuhan pelanggan merupakan fondasi utama yang menghasilkan peningkatan pendapatan berulang atau recurring revenue, sesuatu yang sangat penting dalam industri broadband.

Retail Menjadi Mesin Pertumbuhan Terbesar

Jika ditelusuri lebih jauh, segmen retail menjadi salah satu motor utama pertumbuhan MoraRepublic sepanjang 2025.

Direktur MoraRepublic Jimmy Kadir menjelaskan bahwa peningkatan jumlah homepass dan pelanggan memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan perusahaan.

"Dari segmen FTTH atau retail, jumlah homepass meningkat sekitar 36% menjadi lebih dari 1 juta homepass. Jumlah pelanggan juga meningkat sekitar 46% menjadi lebih dari 330 ribu pelanggan," ujar Jimmy.

Pertumbuhan tersebut mendorong pendapatan retail naik sekitar 21% menjadi Rp1,3 triliun.

Yang menarik, pertumbuhan pelanggan lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan homepass. Hal ini mengindikasikan bahwa perusahaan tidak hanya memperluas jaringan, tetapi juga relatif berhasil mengubah rumah yang terjangkau jaringan menjadi pelanggan aktif.

Dalam industri FTTH, kemampuan mengonversi homepass menjadi pelanggan sering kali lebih penting daripada sekadar membangun jaringan baru.

Bagaimana Segmen Enterprise dan Wholesale Mendukung Kinerja?

Selain retail, MoraRepublic juga memperoleh dorongan dari segmen enterprise dan wholesale.

Pada segmen enterprise, jumlah pelanggan meningkat sekitar 44% menjadi lebih dari 17 ribu pelanggan. Pertumbuhan ini menunjukkan meningkatnya kebutuhan perusahaan swasta maupun institusi terhadap layanan konektivitas dan solusi digital.

Jimmy Kadir menegaskan bahwa ekspansi bisnis enterprise menunjukkan hasil positif sepanjang 2025.

"Jumlah pelanggan enterprise mencapai lebih dari 17 ribu pelanggan pada tahun 2025 atau meningkat sekitar 44% dibandingkan tahun 2024," katanya.

Sementara itu, segmen wholesale mendapat manfaat dari peningkatan kapasitas jaringan.

Kapasitas bandwidth MoraRepublic meningkat sekitar 18% menjadi 38 Tbps, yang kemudian membantu mendorong pertumbuhan pendapatan wholesale sekitar 9% menjadi Rp876 miliar.

Kombinasi tiga segmen tersebut menciptakan sumber pendapatan yang lebih beragam dan mengurangi ketergantungan perusahaan pada satu lini bisnis tertentu.

Baca Juga: Pemerintah Dorong Pemerataan Internet Lewat Operasional Satelit N5

Baca Juga: KAI Siapkan Internet Cepat dan Streaming di Dalam Kereta

Apa Arti EBITDA Rp2 Triliun bagi MoraRepublic?

Salah satu angka yang sering luput dari perhatian publik adalah EBITDA.

Padahal, indikator ini sering digunakan investor untuk melihat kemampuan perusahaan menghasilkan keuntungan dari aktivitas operasional inti sebelum memperhitungkan bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi.

Menurut Gentha Andhika Putra:

"Berdasarkan kontribusi kenaikan pendapatan tersebut, Perseroan berhasil membukukan EBITDA sekitar Rp2 triliun atau meningkat sekitar 9,8% dibandingkan tahun sebelumnya."

Kenaikan EBITDA menunjukkan bahwa pertumbuhan bisnis tidak hanya terlihat pada sisi pendapatan, tetapi juga tercermin dalam kemampuan operasional perusahaan menghasilkan arus kas.

Bagi investor, pertumbuhan EBITDA sering dianggap sebagai sinyal bahwa bisnis inti perusahaan berkembang secara sehat.

Mengapa Pertumbuhan Laba Jauh Lebih Tinggi daripada Pertumbuhan Pendapatan?

Ini menjadi bagian paling menarik dari laporan kinerja MoraRepublic.

Jika pendapatan retail tumbuh sekitar 21% dan pendapatan wholesale naik sekitar 9%, mengapa laba bersih bisa melonjak hingga 96,5%?

Jawabannya kemungkinan terletak pada konsep yang dikenal sebagai operating leverage atau leverage operasional.

Dalam industri broadband, biaya terbesar biasanya muncul saat membangun jaringan. Setelah jaringan tersedia, penambahan pelanggan baru sering kali tidak membutuhkan kenaikan biaya yang sebanding.

Ilustrasinya sederhana.

Bayangkan sebuah jaringan fiber optic telah tersedia di satu kawasan perumahan dengan kapasitas melayani 5.000 pelanggan. Ketika jumlah pelanggan bertambah dari 2.000 menjadi 3.500 pelanggan, biaya operasional memang meningkat, tetapi tidak naik sebesar pertumbuhan pendapatannya.

Akibatnya, sebagian besar tambahan pendapatan akan mengalir menjadi laba.

Fenomena inilah yang sering terjadi ketika bisnis telekomunikasi mulai memasuki fase skala ekonomi.

Dalam konteks MoraRepublic, pertumbuhan pelanggan retail 46%, pelanggan enterprise 44%, dan peningkatan pemanfaatan kapasitas jaringan kemungkinan menjadi faktor yang memperkuat efisiensi operasional perusahaan.

Insight Editorial: Apakah Pertumbuhan Laba 96,5 Persen Bisa Berlanjut?

Kenaikan laba hampir dua kali lipat tentu mengesankan. Namun pertanyaan yang lebih penting adalah apakah pertumbuhan tersebut dapat dipertahankan.

Di sinilah tantangan sebenarnya dimulai.

Direktur Utama MoraRepublic Timotius M. Sulaiman mengaku optimistis terhadap prospek perusahaan setelah merger dengan MyRepublic.

"Tentu saja kami sangat optimistis. Seperti yang telah kami sampaikan dalam paparan sebelumnya, tahun 2026 memiliki banyak momentum dan katalis yang akan mempercepat pertumbuhan Perseroan," ujar Timotius.

Pasca-merger, perusahaan memiliki lebih dari 12,7 juta homepass dan lebih dari 2,6 juta pelanggan.

Skala tersebut membuka peluang pertumbuhan yang jauh lebih besar dibandingkan sebelumnya.

Namun di sisi lain, persaingan industri broadband juga semakin ketat.

Direktur Yopie Widjaja mengingatkan bahwa kompetisi antaroperator terus meningkat.

"Meski tingkat kompetisi di berbagai kota semakin tinggi dengan kehadiran beberapa operator, kami tetap melihat ruang pertumbuhan yang sangat luas," ujarnya.

Artinya, tantangan ke depan bukan hanya membangun jaringan atau menambah pelanggan, tetapi juga menjaga profitabilitas di tengah perang harga dan meningkatnya ekspektasi pelanggan.

Apa Dampaknya bagi Investor dan Industri Broadband Indonesia?

Bagi investor, lonjakan laba bersih menjadi sinyal bahwa perusahaan berhasil mengubah pertumbuhan operasional menjadi hasil finansial yang nyata.

Hal ini penting karena banyak perusahaan telekomunikasi mampu meningkatkan pelanggan, tetapi belum tentu berhasil meningkatkan laba secara signifikan.

Bagi industri broadband nasional, pencapaian MoraRepublic menunjukkan bahwa pasar internet Indonesia masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar.

Peningkatan jumlah pelanggan FTTH, pertumbuhan segmen enterprise, serta kebutuhan bandwidth yang terus meningkat mencerminkan transformasi digital yang masih berlangsung di berbagai sektor.

Dengan kata lain, pertumbuhan laba MoraRepublic bukan hanya cerita tentang satu perusahaan. Angka tersebut juga menjadi gambaran bagaimana permintaan konektivitas digital di Indonesia terus berkembang.

Penutup

Lonjakan laba bersih MoraRepublic sebesar 96,5% menjadi hampir Rp516 miliar pada 2025 bukan sekadar hasil kenaikan pendapatan. Kinerja tersebut mencerminkan kombinasi antara ekspansi jaringan, pertumbuhan pelanggan, peningkatan kapasitas infrastruktur, serta efisiensi operasional yang mulai menghasilkan skala ekonomi yang lebih besar.

Meski demikian, tantangan mempertahankan pertumbuhan tetap ada. Persaingan industri broadband semakin ketat, sementara pelanggan kini semakin sensitif terhadap kualitas layanan dan harga.

Namun dengan pertumbuhan retail, enterprise, dan wholesale yang masih kuat serta dukungan skala bisnis pasca-merger, MoraRepublic memasuki 2026 dengan modal yang cukup solid. Pertanyaannya kini bukan lagi mengapa laba bisa melonjak 96,5%, melainkan seberapa jauh perusahaan mampu mempertahankan momentum tersebut dalam beberapa tahun ke depan. Pantau terus perkembangan kinerja MoraRepublic dan industri broadband Indonesia untuk melihat jawabannya.

Baca Juga: Internet Rakyat Rp100 Ribu Jadi Senjata Baru WIFI Rebut Pasar Broadband Nasional

Baca Juga: Apa Hal yang Digagas oleh Richard Stallman Mengenai Foss? Ide yang Mengubah Internet Modern

FAQ

Apa yang menyebabkan laba bersih MoraRepublic naik 96,5 persen pada 2025?

Laba bersih MoraRepublic melonjak sekitar 96,5 persen menjadi hampir Rp516 miliar pada 2025 karena didorong oleh pertumbuhan kuat di tiga segmen utama, yakni retail FTTH, enterprise, dan wholesale. Jumlah homepass meningkat 36 persen menjadi lebih dari 1 juta, pelanggan retail tumbuh 46 persen menjadi lebih dari 330 ribu pelanggan, sementara pelanggan enterprise naik 44 persen menjadi lebih dari 17 ribu pelanggan. Kombinasi pertumbuhan pelanggan, peningkatan pendapatan, dan efisiensi operasional menjadi faktor utama yang mendorong lonjakan profit perusahaan.

Berapa pendapatan MoraRepublic dari bisnis retail pada 2025?

Pendapatan segmen retail MoraRepublic mencapai sekitar Rp1,3 triliun sepanjang 2025 atau meningkat sekitar 21 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan ini didukung oleh ekspansi jaringan FTTH, pertumbuhan homepass yang signifikan, serta bertambahnya jumlah pelanggan layanan internet rumah. Segmen retail menjadi salah satu kontributor terbesar terhadap pertumbuhan pendapatan dan laba perusahaan karena bisnis internet berbasis fiber optic memiliki potensi recurring revenue yang kuat.

Apa arti homepass dalam bisnis internet fiber optic?

Homepass adalah jumlah rumah atau bangunan yang sudah terjangkau jaringan fiber optic dan berpotensi menjadi pelanggan layanan internet. Dalam industri FTTH, jumlah homepass menjadi indikator penting untuk mengukur kapasitas ekspansi operator. Semakin besar homepass yang dimiliki perusahaan, semakin besar pula peluang memperoleh pelanggan baru. Pada akhir 2025, MoraRepublic memiliki lebih dari 1 juta homepass dan meningkat menjadi lebih dari 12,7 juta homepass setelah merger dengan MyRepublic pada 2026.

Mengapa pertumbuhan pelanggan FTTH penting bagi kinerja keuangan MoraRepublic?

Pertumbuhan pelanggan FTTH sangat penting karena setiap pelanggan baru memberikan pendapatan berulang setiap bulan. Ketika jumlah pelanggan meningkat lebih cepat dibandingkan biaya operasional tambahan, profitabilitas perusahaan juga cenderung naik. Pada 2025, pelanggan FTTH MoraRepublic bertambah sekitar 46 persen menjadi lebih dari 330 ribu pelanggan, yang kemudian membantu mendorong kenaikan pendapatan retail hingga Rp1,3 triliun dan memperkuat pertumbuhan laba bersih perusahaan.

Bagaimana kontribusi segmen enterprise terhadap pertumbuhan MoraRepublic?

Segmen enterprise memberikan kontribusi penting melalui penyediaan layanan internet, konektivitas, data center, dan solusi digital untuk perusahaan maupun institusi. Pada 2025, jumlah pelanggan enterprise MoraRepublic meningkat sekitar 44 persen menjadi lebih dari 17 ribu pelanggan. Pertumbuhan ini menunjukkan meningkatnya kebutuhan transformasi digital di kalangan korporasi dan sektor pemerintahan, yang sekaligus menjadi sumber pendapatan bernilai tinggi bagi perusahaan.

Apa hubungan peningkatan bandwidth dengan pendapatan wholesale MoraRepublic?

Peningkatan kapasitas bandwidth memungkinkan MoraRepublic melayani lebih banyak kebutuhan trafik data dari pelanggan wholesale dan operator telekomunikasi lainnya. Pada 2025, kapasitas bandwidth perusahaan meningkat sekitar 18 persen menjadi 38 Tbps. Kenaikan kapasitas tersebut membantu mendorong pendapatan wholesale sekitar 9 persen menjadi Rp876 miliar. Dalam industri telekomunikasi, kapasitas jaringan yang lebih besar biasanya berbanding lurus dengan peluang peningkatan pendapatan layanan konektivitas.

Apakah laba MoraRepublic berpotensi kembali tumbuh pada 2026?

Peluang pertumbuhan laba MoraRepublic pada 2026 masih terbuka lebar karena perusahaan memiliki sejumlah katalis penting pasca-merger dengan MyRepublic. Manajemen menargetkan penambahan sekitar 5 juta homepass dan 1,5 juta pelanggan baru, memperluas jaringan ke 186 kota dan kabupaten, serta mengembangkan lebih dari 1.000 site Fixed Wireless Access (FWA). Selain itu, proyek kabel bawah laut Rising 8 yang menghubungkan Jakarta, Batam, dan Singapura juga diharapkan memperkuat kapasitas backbone dan mendukung pertumbuhan bisnis jangka panjang.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.