DFSK Jadikan RI Basis Produksi Model E5 Plus

AKURAT.CO DFSK resmi memperkenalkan DFSK E5 PLUS versi setir kanan (right-hand drive/RHD) dalam ajang International Automotive & Supply Chain Expo di Hong Kong.
Bersamaan dengan peluncuran tersebut, PT Sokonindo Automobile menegaskan Indonesia menjadi salah satu negara prioritas utama dalam strategi ekspansi global perusahaan.
Langkah ini bukan sekadar peluncuran produk baru. DFSK juga memastikan E5 PLUS akan diproduksi langsung di fasilitas manufaktur PT Sokonindo Automobile di Cikande, Serang, Banten, memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok kendaraan elektrifikasi di kawasan Asia Tenggara.
Presiden DFSK, Amy Gong mengatakan, E5 PLUS menjadi bagian awal dari pembaruan portofolio produk perusahaan secara global.
"E5 PLUS menjadi langkah awal dari pembaruan menyeluruh pada portofolio produk kami. Ke depannya, kami akan terus memperkuat kapabilitas teknologi dan inovasi cerdas, memperluas jajaran produk, serta mempercepat ekspansi global kami," ujar Amy Gong dalam keterangannya, Minggu (21/6/2026).
Menurut Amy, DFSK akan memperdalam operasional lokal di berbagai negara untuk menghadirkan produk dan layanan yang lebih kompetitif serta mendukung mobilitas ramah lingkungan.
Direktur Sales Center PT Sokonindo Automobile, Cing Hok Rifin menegaskan, Indonesia memiliki posisi strategis dalam pengembangan bisnis DFSK di Asia Tenggara.
"Indonesia merupakan pasar utama DFSK di kawasan ini. Kehadiran E5 PLUS versi setir kanan mencerminkan komitmen kami untuk menghadirkan produk yang semakin sesuai dengan kebutuhan konsumen Indonesia, dengan kombinasi teknologi, kenyamanan, dan kepraktisan untuk keluarga modern," kata Cing Hok Rifin.
Dirinya menambahkan bahwa momentum menjelang GIIAS menjadi kesempatan bagi DFSK untuk memperkenalkan solusi mobilitas berbasis elektrifikasi yang dinilai relevan dengan kebutuhan pasar domestik.
"Melalui momentum Road to GIIAS ini, kami ingin konsumen mengetahui bahwa DFSK tidak hanya membawa produk baru, tetapi membawa solusi mobilitas yang paling relevan," ujarnya.
Pabrik DFSK di Cikande, Serang, Banten menjadi salah satu fondasi penting strategi tersebut. Fasilitas manufaktur tersebut disebut telah menerapkan standar industri 4.0 dengan pemanfaatan teknologi robotik hingga 90 persen dalam proses produksi.
Kehadiran lini produksi E5 PLUS di Indonesia menjadi sinyal bahwa produsen otomotif asal China itu tidak hanya memandang Indonesia sebagai pasar penjualan, melainkan juga basis manufaktur untuk mendukung ekspansi regional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Link Nonton Piala Dunia 2026 Resmi dan Legal, Kualitas HD Bukan di Score808
- 2Di Balik Penolakan Keras Singapura ke Ekspor Satu Pintu DSI: Risiko Kehilangan Ratusan Miliar Dolar Arus Ekspor dan Devisa
- 3Prediksi Skor Uzbekistan vs Kolombia di Piala Dunia 2026: Debutan Asia Hadapi Ujian Berat dari Los Cafeteros
- 4Prediksi Skor Swiss vs Bosnia dan Herzegovina: Nati Diunggulkan, Tapi Jangan Remehkan Ancaman Tim Balkan
- 5Prediksi Skor Ghana vs Panama di Piala Dunia 2026: Duel Seimbang, Akankah Black Stars Bangkit?
- 6Prediksi Skor Belgia vs Mesir Lengkap dengan Statistik Head to Head dan Susunan Pemain
- 7Prediksi Skor Turki vs Paraguay: Saatnya Crescent-Stars Bangkit atau La Albirroja Ciptakan Kejutan?
- 8Prediksi Skor Austria vs Yordania di Piala Dunia 2026: Das Team Diunggulkan, Mampukah Debutan Asia Membuat Kejutan?
- 9Pramono Anung Resmikan Koridor Rasuna Said, 109 Tiang Monorel Mangkrak Resmi Disingkirkan
- 10Halte Setiabudi Integritas Jadi Media Perkenalan Nilai-nilai Positif kepada Masyarakat










