PTK Bidik Pertumbuhan Berkelanjutan di Tengah Tantangan Global 2026

AKURAT.CO PT Pertamina Trans Kontinental (PTK) menargetkan kinerja keuangan dan operasional yang stabil ditengah dinamika dan tantangan global tahun 2026.
Hal ini akan diupayakan melalui cost optimization, peningkatan efisiensi, optimalisasi operasi termasuk memperluas pangsa pasar layanan keagenan.
“PTK akan melanjutkan momentum pertumbuhan melalui penguatan bisnis inti, peningkatan operational excellence, transformasi digital, inovasi teknologi, pengembangan bisnis baru, serta implementasi prinsip keberlanjutan untuk mendukung ketahanan energi nasional,” kata Plt Direktur Utama PTK, Eko Cahyadi, pada acara Media Briefing di Jakarta, Kamis (25/6/2026).
Baca Juga: Pertamina Trans Kontinental Siagakan 415 Armada Dukung Distribusi Energi Lebaran 2026
PTK, sebagai anak usaha Subholding Integrated Marine Logistics Pertamina, memiliki empat lini bisnis yakni penyedia kapal penunjang, jasa kepelabuhanan, shorebase atau pangkalan logistik di tepi pantai, serta layanan keagenan atau administrasi kebutuhan pelayaran.
Sejalan dengan peningkatan kebutuhan logistik, Direktur Operasional Yudi Wibisono menjelaskan, tahun 2025 diharapkan menjadi peluang PTK untuk meningkatkan optimalisasi di setiap lini bisnisnya.
“Salah satu yang akan kami giatkan adalah layanan keagenan, karena PTK tidak hanya melayani kebutuhan administrasi pelayaran bagi bisnis captive atau kapal yang digunakan di Pertamina Group, namun lebih dari itu yakni kapal non Pertamina termasuk yang akan sandar di dalam dan luar negeri dengan regulasi otoritas setempat,” ujar Yudi.
Senada, Direktur Pemasaran PTK Albertus Anto Budi Santosa menambahkan, keandalan operasional menjadi prioritas utama PTK untuk memastikan setiap armada siap beroperasi dengan standar keselamatan yang tinggi serta memberikan layanan terbaik bagi pelanggan, mitra kerja dan pemangku kepentingan.
Selain pertumbuhan bisnis, PTK juga terus memperkuat aspek kesehatan, keselamatan, keamanan dan lingkungan (health, safety, security and environment/HSSE) sehingga operational excellence semakin baik.
“Sejak tahun 2025, PTK mencanangkan program Vision Zero yang merupakan salah satu ambisi untuk mewujudkan zero illness, zero recordable incident, zero fraud bunker, dan zero pollution sebagai komitmen PTK dalam menjaga HSSE tersebut,” ucapnya.
Lebih jauh, PTK juga mendukung pencapaian net zero emission (NZE) yang dicanangkan Pemerintah Indonesia. Sebagai bagian dari program penurunan emisi Pertamina Group, PTK mencatatkan penurunan emisi yang cukup signifikan yakni sebesar 66.721 ton CO2e sepanjang tahun 2025.
Direktur Armada PTK Dewi Susanti mengungkapkan, salah satu upaya penurunan emisi dilakukan melalui program Green Energy yakni penggunaan bahan bakar rendah karbon sebagai sumber energi di beberapa kapalnya. Seperti, dual fuel LNG, solar panel, hingga pemakaian baterai sebagai alternative generator.
“Dekarbonisasi berasal dari inovasi Green Energy Program, inisiatif efisiensi energi, serta optimalisasi operasional yang lebih berkelanjutan,” tutur Dewi.
Baca Juga: Pertamina Trans Kontinental Uji Kesiapan Sistem Keamanan Pelabuhan Energi di Tanjung Santan
Sebelumnya, PTK telah menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), di mana tercatat sepanjang tahun 2025, PTK mencatatkan pencapaian operasional yang solid dengan menjaga keandalan operasional 370 armada, yang menghasilkan fleet commercial days sebesar 358,52 hari. Selaras dengan itu, pencapaian Commission Days mencapai 120.118 hari dan Commercial Days sebesar 119.390 hari.
Kinerja keuangan pun bertumbuh, dengan capaian laba bersih tahun 2025 sebesar Rp 1,32 triliun, atau naik 23% dibandingkan laba bersih 2024 sebesar Rp 1,07 triliun.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






