DEN: Penurunan Kinerja PLTU Bukan Semata karena Batu Bara

AKURAT.CO Dewan Energi Nasional (DEN) menilai evaluasi terhadap keandalan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di Indonesia tidak bisa hanya berfokus pada kualitas batu bara yang digunakan.
Anggota Dewan Energi Nasional (DEN), Satya Widya Yudha mengatakan, persoalan penggunaan batu bara kalori menengah (medium rank coal) sempat menjadi perhatian sejumlah pengembang pembangkit listrik swasta (independent power producer/IPP).
Satya menilai, pengembang menginginkan spesifikasi batu bara yang digunakan tetap sesuai dengan ketentuan dalam kontrak agar kinerja pembangkit tidak terganggu.
"Jadi apapun dia (IPP) pengen kontraknya di-honor kan begitu jadi apa supaya kalorinya sesuai dengan apa yang ada di tertara dalam kontrak,” kata Satya dalam agenda Energy Hub Talkshow, Selasa (7/7/2026) petang.
Namun demikian, Satya menyebut persoalan keandalan pembangkit jauh lebih kompleks dibanding sekadar spesifikasi bahan bakar.
Berdasarkan hasil pengamatan DEN, sejumlah PLTU di sistem Jawa yang telah beroperasi sekitar 40 tahun mengalami penurunan kemampuan pembangkitan. Meski memiliki kapasitas terpasang (installed capacity) yang besar, kemampuan riil menghasilkan listrik (available capacity) sudah berada di bawah kapasitas desain.
Jadi itu harus kita masukkan di dalam evaluasi dari seluruh kemampuan daripada PLTU di Indonesia. Nah kenapa daya mampunya lebih rendah daripada install capacity karena berbagai macam faktor, di samping usia, maintenance, dan lain sebagainya,” ujarnya.
Menurut Satya, kondisi tersebut telah disampaikan kepada Direksi PT PLN (Persero) agar dilakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kemampuan masing-masing pembangkit.
Ia menegaskan penggunaan batu bara dengan spesifikasi di luar ketentuan justru berpotensi mempercepat penurunan performa pembangkit apabila tidak sesuai dengan desain boiler yang digunakan.
"Nah ini tidak boleh ya melanggar misalkan spek dari pada batu bara yang ditentukan untuk PLTU tersebut karena kalau dilakukan apa hal-hal yang mungkin out of spec itu akan menurunkan kemampuan daya mampu mereka,” tutur Satya.
Baca Juga: Presiden Prabowo Tunjuk Bahlil Jadi Ketua Harian Dewan Energi Nasional
Satya menambahkan, DEN mendorong dilakukannya audit teknologi terhadap setiap PLTU agar pemerintah memperoleh gambaran yang lebih akurat mengenai kondisi masing-masing pembangkit.
Audit tersebut, kata Satya penting untuk mengidentifikasi karakteristik teknis setiap PLTU sehingga kebijakan perbaikan dapat dilakukan secara tepat sasaran.
“Karena apa? yang beredar sekarang ini di publik kan tidak terlalu clear ya sebetulnya apa yang terjadi gitu maka paling tidak, kita tidak bisa cuma blaming dari sisi batu baranya saja tetapi aspek teknis juga harus menjadi satu kesatuan di dalam evaluasi kita ke depan,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026








