Freeport Targetkan Kontribusi ke Negara Tembus Rp120 Triliun pada 2028

AKURAT.CO PT Freeport Indonesia (PTFI) memproyeksikan penerimaan negara berada diangka USD7 miliar atau sekitar Rp120 triliun pada tahun 2028.
Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas menyebut, penerimaan negara yang berasal dari pajak, dividen, dan royalti pada 2026 diperkirakan mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.
Total kontribusi pada tahun ini diproyeksikan sebesar USD2,6 miliar, turun dari USD4,3 miliar pada 2025.
"Kalau kita lihat di tahun 2026 penerimaan negara yang terdiri dari pajak, dividen, dan royalti itu memang menurun menjadi USD2,6 miliar dolar dari tahun lalu USD4,3 miliar dolar. Dan di dalam sini masih juga akan ada dividen sebesar USD1,1 miliar dolar yang akan diterima oleh pemerintah melalui MIND ID,” kata Tony dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi XII, dikutip Rabu (15/7/2026).
Baca Juga: Kementerian ESDM Masih Lakukan Audit Pasca Longsor, Tambang PTFI Belum Beroperasi
Meski demikian, Tony optimistis kontribusi Freeport kepada negara akan kembali meningkat mulai 2027 seiring naiknya volume produksi.
Tony memproyeksikan penerimaan negara pada 2027 mencapai sekitar USD4,7 miliar. Nilai tersebut terdiri atas penerimaan negara bukan pajak (PNBP), termasuk royalti, sebesar USD800 juta, pajak sekitar USD1,9 miliar, serta dividen sebesar USD1,9 miliar yang disalurkan kepada pemerintah melalui MIND ID.
"Kalau kita lihat proyeksi di tahun 2027, sesuai dengan peningkatan produksi kita, penerimaan negara akan bisa mencapai USD4,7 miliar dolar,” ujarnya.
Lebih lanjut, Tony mengatakan, kontribusi kepada negara diperkirakan akan melampaui USD7 miliar atau setara dengan sekitar Rp120 triliun pada tahun 2028.
Angka tersebut, kata Tony bisa terealisasi ketika tambang dan smelter PT Freeport Indonesia sudah 100% pulih dan bisa beroperasi dengan kapasitas penuh.
Baca Juga: PTFI Kebut Perbaikan Smelter, Kerahkan Pesawat Antonov
"Kita lihat bahwa penerimaan negara akan bisa melebihi USD7 miliar dolar per tahun. Jadi kalau kita rupiahkan itu kira-kira sekitar Rp120 triliun per tahun, begitu seterusnya selanjutnya di tahun-tahun ke depan,” tutur Tony.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 7Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









