ICP Turun Tajam, Ekonom: Harga Pertamax Sudah Saatnya Dipangkas!

AKURAT.CO Penurunan Harga Minyak Mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) pada Juni 2026 dinilai membuka ruang bagi pemerintah dan PT Pertamina (Persero) untuk menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi secara bertahap.
Dikutip dari laman PT Pertamina Patra Niaga, Senin (20/7/2026) harga BBM non-subsidi jenis Pertamax dibanderol dengan harga Rp16.250/liter. Sedangkan Pertamax Turbo berada diharga Rp19.300/liter.
Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Mohammad Faisal mengatakan, meskipun harga minyak dunia kembali bergerak naik ke kisaran USD80 per barel akibat meningkatnya tensi geopolitik, level tersebut masih jauh lebih rendah dibandingkan beberapa bulan sebelumnya.
"Menurut saya, ruang untuk menurunkan harga BBM non-subsidi jelas ada ya, karena penurunannya sudah sangat tajam dan walaupun sekarang sudah mulai bergejolak lagi dan harga minyak naik lagi ke level USD80an per barrel," kata Faisal kepad Akurat.co, Senin (20/7/2026).
Baca Juga: ICP Sentuh USD117 per Barel, Bahlil Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Naik
Faisal menyampaikan, harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax pada prinsipnya bersifat mengikuti pergerakan harga pasar (floating).
Oleh karena itu, ketika harga minyak mentah turun, penyesuaian harga seharusnya juga dilakukan.
Faisal menilai penurunan harga tidak harus dilakukan secara drastis, melainkan bertahap agar lebih mudah diserap pasar sekaligus mengantisipasi perubahan kondisi global.
"Jadi menurut saya ruang untuk penurunan tetap ada, walaupun tidak harus drastis ya," ujarnya.
Faisal juga mengingatkan agar mekanisme penyesuaian harga BBM dilakukan secara lebih bertahap, baik saat kenaikan maupun penurunan harga.
Menurutnya, kenaikan harga yang terlalu tajam sebelumnya memicu peralihan konsumsi dari BBM nonsubsidi ke BBM bersubsidi sehingga menyebabkan antrean panjang di sejumlah SPBU.
"Nah itu yang perlu menjadi pelajaran ke depan. Jadi intinya pada dasarnya menurut saya BBM non-subsidi sebaiknya diturunkan secara bertahap ya, dan juga menyesuaikan dengan kondisi internasional," ucap Faisal.
Baca Juga: Imbas Konflik Timur Tengah, ICP April 2026 Tembus USD117,31 per Barel
Di sisi lain, praktisi migas Hadi Ismoyo juga menilai terdapat ruang untuk menurunkan harga BBM nonsubsidi.
Berdasarkan perhitungannya, dengan asumsi rata-rata ICP Juni sebesar USD83 per barel, nilai tukar Rp18.000 per dolar AS, serta yield rata-rata 0,7, harga keekonomian BBM nonsubsidi berada di kisaran Rp13.500 per liter.
Dia berpendapat penyesuaian harga BBM non-subsidi sebaiknya dilakukan secara berkala setiap bulan dengan mengacu pada rata-rata ICP bulanan yang ditetapkan pemerintah.
"Seharusnya secara fair harusnya demikian, khusus untuk Non-Subsidi. Dan ditinjau setiap bulan sesuai dengan angka bulanan ICP yangvdi keluarkan Pemerintah,” tutur Hadi.
Diberitakan sebelumnya, Pemerintah menetapkan rata-rata Harga Minyak Mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) pada Juni 2026 sebesar USD83,45 per barel, turun dibandingkan ICP Mei 2026 yang berada pada level USD106,56 per barel.
Penetapan ICP Juni tercantum dalam Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 282.K/MG.03/MEM.M/2026 tentang Harga Minyak Mentah Indonesia Bulan Juni 2026.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






