KAI Catat Penghematan Energi di Tengah Pertumbuhan Layanan 2025

AKURAT.CO PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat total penggunaan energi KAI tercatat sebesar 10.107.302 gigajoule (GJ) sepanjang 2025. Angka ini diketahui turun 15,39% dibandingkan 2024 sebesar 11.945.467 GJ.
Penurunan tersebut berlangsung ketika skala pelayanan perusahaan terus berkembang. Pada 2025, jumlah pelanggan yang menjadi dasar perhitungan intensitas energi mencapai 492.657.571 pelanggan, meningkat 8,67% dibandingkan 2024 sebanyak 453.343.189 pelanggan.
Volume layanan barang juga meningkat dari 69.201.670 ton pada 2024 menjadi 69.571.601 ton pada 2025.
Baca Juga: PT KAI Tutup 80 Pelintasan Sebidang Usai Tabrakan Kereta di Bekasi Timur
Berdasarkan Laporan Keberlanjutan KAI 2025, intensitas pemakaian energi per pelanggan turun dari 0,0263 GJ per pelanggan pada 2024 menjadi 0,0205 GJ per pelanggan pada 2025. Penurunan sebesar sekitar 22,05% tersebut menunjukkan bahwa energi yang digunakan untuk melayani setiap pelanggan semakin rendah.
Efisiensi juga terlihat pada layanan barang. Intensitas energi per ton barang turun 15,82%, dari 0,1726 GJ per ton pada 2024 menjadi 0,1453 GJ per ton pada 2025. Sementara itu, intensitas energi terhadap pendapatan turun 14,57%, dari 0,3308 GJ per Rp miliar menjadi 0,2826 GJ per Rp miliar.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba mengatakan, data intensitas memberi gambaran mengenai hubungan antara energi yang digunakan dengan skala layanan yang dihasilkan.
“Semakin rendah intensitasnya, semakin efisien energi yang dibutuhkan untuk melayani pelanggan, mengelola layanan barang, dan mendukung aktivitas bisnis perusahaan,” kata Anne, Minggu (26/7/2026).
Dari sisi sumber energi, konsumsi KAI pada 2025 didominasi oleh Biosolar B40/B35 sebanyak 255.047,87 kiloliter atau setara 9.666.314,31 GJ. Jumlah tersebut menurun dibandingkan 2024 sebanyak 305.585,40 kiloliter atau 11.581.686,81 GJ.
Baca Juga: PT KAI Klaim Kereta Tekan Emisi hingga 90 Persen, Siap Masuk B50
Adapun penggunaan solar tercatat sebesar 318,78 kiloliter atau 12.081,92 GJ pada 2025. Pada 2024, penggunaan solar mencapai 211,28 kiloliter atau 8.007,52 GJ, sedangkan pada 2023 sebesar 229,31 kiloliter atau 8.690,72 GJ.
KAI juga memanfaatkan energi baru terbarukan dari pembangkit listrik tenaga surya serta listrik yang dipasok PLN. Perhitungan konsumsi energi mencakup unit kerja di seluruh wilayah operasional KAI, termasuk kegiatan perkeretaapian dan fasilitas pendukungnya.
Pada 2025, KAI mengimplementasikan penggunaan bahan bakar B40 pada operasional kereta api. Uji coba dilakukan pada lokomotif layanan barang relasi Jakarta–Surabaya dan mesin genset KA Bogowonto relasi Lempuyangan–Pasar Senen.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






