PHE Kantongi 12 Joint Study, Perluas Wilayah Eksplorasi Migas

AKURAT.CO PT Pertamina Hulu Energi (PHE) berhasil memperluas wilayah operasi melalui akuisisi Wilayah Kerja (WK) baru serta pelaksanaan Joint Study (JS) bersama sejumlah mitra strategis, baik di dalam maupun luar negeri dalam lima tahun terakhir.
Sebagai tahapan awal yang sangat menentukan dalam mengidentifikasi potensi sumber daya migas sekaligus membuka peluang pengembangan wilayah kerja baru, PHE secara aktif menjalin kolaborasi melalui kegiatan Joint Study bersama berbagai perusahaan energi kelas dunia.
Kolaborasi ini tidak hanya menjadi wadah berbagi keahlian dan teknologi, tetapi juga memperkuat sinergi dalam mengeksplorasi potensi cekungan migas yang masih belum berkembang di Indonesia.
Baca Juga: Film The Odyssey Tayang Hari Ini di Bioskop, Karya Terbaru Christopher Nolan yang Wajib Ditonton
Mengutip hasil data Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas) hingga April 2026, PHE menjadi perusahaan dengan jumlah Joint Study terbanyak di Indonesia, yakni sebanyak 10 studi.
Hingga Juli 2026, jumlah tersebut meningkat menjadi 12 Joint Study, terdiri atas 10 studi yang masih berjalan, satu studi telah selesai, dan satu studi lainnya tengah menunggu persetujuan pemerintah.
Joint Study tersebut dilaksanakan bersama sejumlah perusahaan energi internasional bereputasi tinggi, seperti Petronas, BP, ENI, KUFPEC, SK Earthon, PetroChina, POSCO, TPAO, Woodside, serta mitra strategis lainnya.
Area studi mencakup berbagai wilayah prospektif dari Indonesia bagian barat hingga timur. Di tingkat regional, PHE juga memperluas kerja sama dengan Management Petroleum Malaysia (MPM) melalui skema Technical Evaluation Agreement (TEA) pada beberapa blok migas di Malaysia.
Selain memperkuat kolaborasi melalui Joint Study, PHE juga terus memperluas portofolio eksplorasinya.
Sepanjang periode 2023–2026, PHE berhasil memperoleh delapan wilayah kerja eksplorasi baru di Indonesia, yaitu Bunga, Peri Mahakam, East Natuna, Melati, Binaiya, Lavender, Bobara, dan North Ketapang, serta satu wilayah kerja eksplorasi di Malaysia, yakni Blok SK-510.
Pada seluruh wilayah kerja tersebut, PHE berkomitmen menjalankan berbagai program eksplorasi sesuai komitmen kerja pasti, mulai dari studi geologi dan geofisika (G&G), akuisisi data seismik, hingga pemboran eksplorasi.
Langkah ini diharapkan mampu mengoptimalkan potensi hidrokarbon sekaligus mempercepat penemuan cadangan baru sebagai penopang produksi migas nasional di masa mendatang.
Direktur Eksplorasi PT Pertamina Hulu Energi, Asep Samsul Arifin mengatakan bahwa strategi ekspansi yang dijalankan PHE merupakan bagian dari upaya membangun portofolio eksplorasi yang sehat dan berkelanjutan.
"Eksplorasi merupakan investasi jangka panjang bagi keberlanjutan industri hulu migas. Melalui perluasan wilayah kerja, penguatan kolaborasi dengan mitra global, serta penerapan teknologi eksplorasi yang semakin maju, kami terus membangun portofolio yang berkualitas untuk meningkatkan peluang penemuan sumber daya migas baru,” kata Asep melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu (26/7/2026).
Kinerja agresif PHE dalam memperluas area eksplorasi juga memperoleh pengakuan di tingkat global.
Berdasarkan data S&P Global tahun 2026 untuk periode 2021–2025, PHE tercatat sebagai National Oil Company (NOC) dengan penambahan luas area eksplorasi baru terbesar di dunia, mencapai lebih dari 90.000 kilometer persegi. Capaian tersebut melampaui sejumlah perusahaan migas nasional dunia, seperti Petronas, PTTEP, ADNOC, maupun Sinopec.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








