KAI Angkut 32,5 Juta Ton Barang pada Semester I-2026, Didominasi Batu Bara

AKURAT.CO PT Kereta Api Indonesia (Persero) berhasil melayani angkutan barang sebanyak 32.498.043 ton sepanjang semester I-2026).
Volume tersebut terdiri atas 26.534.095 ton batu bara atau sekitar 81,65%, serta 5.963.948 ton komoditas nonbatu bara atau sekitar 18,35%.
Komoditas nonbatu bara yang dilayani KAI mencakup petikemas, bahan bakar minyak, semen dan klinker, produk perkebunan, retail, pupuk, baja, serta berbagai kebutuhan industri dan konsumsi masyarakat.
Baca Juga: KAI dan INKA Pengadaan Perkeretaapian, Nilai Kontrak Tembus Rp14,88 Triliun
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba mengatakan, integrasi logistik membutuhkan keterhubungan yang semakin baik antara pusat produksi, kawasan industri, terminal barang, pelabuhan, pergudangan, dan tujuan akhir distribusi.
Kereta api memiliki kapasitas besar, jadwal yang terencana, serta kemampuan melayani pengiriman antardaerah secara konsisten.
"Penguatan angkutan barang diarahkan agar layanan berbasis rel semakin terhubung dengan pelabuhan, kawasan industri, dry port, dan layanan first serta last mile,” kata Anne dalam keterangannya, dikutip Rabu (29/7/2026).
Untuk memperbesar kontribusi komoditas nonbatu bara, KAI mengembangkan pengoperasian kereta api petikemas reguler non-dedicated di Pulau Jawa.
Melalui skema ini, pelanggan dapat memesan kapasitas berdasarkan slot muatan sehingga penggunaan gerbong dapat disesuaikan dengan kebutuhan aktual.
Pada sektor perkebunan, KAI mengembangkan kerja sama angkutan minyak kelapa sawit mentah atau CPO.
Kapasitas layanan yang tersedia tercatat dapat mencapai lebih dari 1,1 juta ton per tahun, sementara utilisasinya masih memiliki ruang untuk ditingkatkan melalui kerja sama dengan produsen, integrasi multimoda, dan optimalisasi sarana yang tersedia.
KAI juga menyiapkan layanan green freight untuk menjawab kebutuhan perusahaan yang menjalankan target pengurangan emisi pada rantai pasoknya.
“Distribusi yang semakin efisien dapat membantu menjaga pasokan, meningkatkan kepastian waktu pengiriman, memperluas jangkauan pasar, dan mendukung daya saing produk Indonesia,” ujar Anne.
KAI, kata Anne akan melaksanakan setiap pengembangan secara bertahap dengan memperhatikan kelayakan bisnis, kesiapan infrastruktur, keselamatan, keandalan operasi, kepastian volume, regulasi, serta skema pembiayaan yang sehat.
“Dengan kolaborasi pemerintah, Danantara, pengelola pelabuhan, kawasan industri, pemilik barang, dan perusahaan logistik, KAI ingin memperbesar kontribusi kereta api dalam rantai pasok nasional. Arah akhirnya adalah sistem distribusi yang semakin terintegrasi, berkapasitas besar, terjadwal, efisien, dan rendah emisi,” tuturnya.
Di sisi lain, Pada angkutan batu bara, KAI menyiapkan penguatan kapasitas di Sumatra Bagian Selatan melalui penambahan sarana, peningkatan kapasitas jalur, pengembangan persinyalan elektrik, serta optimalisasi fasilitas bongkar muat.
Salah satu arah pengembangan jangka panjang adalah Terminal Tarahan II yang direncanakan memiliki kapasitas tambahan hingga 20 juta ton per tahun.
Pengembangan Tarahan II dirancang melalui investasi bersama dengan PT Bukit Asam Tbk.
PTBA diarahkan menangani pengembangan terminal pemuatan, terminal pembongkaran, serta infrastruktur pendukung, sedangkan KAI menyiapkan sarana dan sistem persinyalan elektrik.
Perencanaan sarana dalam proyek tersebut mencakup 22 lokomotif dan 1.200 gerbong.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






