BEC Optimistis Proyek Coal-to-Metanol Dongkrak Nilai Tambah Batu Bara

AKURAT.CO PT Bumi Etam Chemical (BEC) menilai proyek gasifikasi batu bara menjadi metanol di Kutai Timur, Kalimantan Timur, akan membuka peluang pemanfaatan batu bara kalori rendah yang selama ini memiliki nilai ekonomi terbatas.
Sekadar informasi, BEC merupakan perusahaan patungan PT Arutmin Indonesia (Arutmin) dan PT Kaltim Prima Coal (KPC).
Presiden Direktur BEC, Rio Supin mengatakan, proyek tersebut menjadi bukti bahwa batu bara tidak hanya dimanfaatkan sebagai sumber energi, tetapi juga dapat diolah menjadi produk bernilai tambah yang mendukung hilirisasi industri nasional.
Baca Juga: BEC Targetkan Produksi 2 Juta Ton Metanol, Investasi Tembus USD2,3 Miliar
"Dengan proyek gasifikasi ini kita dapat membuktikan bahwa batu bara bisa memberikan nilai tambah bagi kemajuan negara kita, yaitu, seperti dikatakan khususnya di wilayah Kutai Timur dan Kalimantan Timur," kata Rio dalam acara penandatanganan FEED dan EPCC proyek gasifikasi batu bara di Jakarta, dikutip Kamis (30/7/2026).
Rio menambahkan , apabila proyek tersebut berhasil direalisasikan, paradigma terhadap batu bara kalori rendah akan berubah. Selama ini, komoditas tersebut dinilai sulit dipasarkan karena memiliki nilai jual yang relatif rendah.
"Maka ini (proyek gasifikasi) akan membuka kesempatan bagi batubara kualitas rendah di Indonesia untuk dapat dipasarkan dan ditambah," tambahnya.
Selain meningkatkan nilai tambah komoditas tambang, Rio menilai proyek tersebut juga akan memberikan manfaat bagi perekonomian nasional melalui pengurangan impor metanol.
Produksi metanol di dalam negeri diharapkan dapat menghemat devisa sekaligus membantu menekan defisit transaksi berjalan (current account deficit) Indonesia yang selama ini dipengaruhi tingginya impor bahan baku industri.
Di tingkat daerah, pembangunan pabrik metanol diharapkan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat di sekitar wilayah pertambangan di Kalimantan Timur yang selama puluhan tahun menjadi daerah penghasil batu bara.
"Harapan kami dengan proyek ini dapat memberikan kemanfaatan bagi masyarakat sekitar tambang tidak hanya secara nasional," ujar Rio.
BEC, kata Rio juga merancang fasilitas produksi dengan mempertimbangkan aspek keberlanjutan.
Rio menjelaskan, proses gasifikasi akan menghasilkan karbon dioksida (CO₂) murni yang telah dipisahkan dari nitrogen dan sulfur sehingga memudahkan penerapan teknologi Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS) apabila telah layak diterapkan secara komersial di masa mendatang.
Lebih lanjut, Rio berharap produksi metanol domestik hingga 2 juta ton per tahun dapat menjadi fondasi bagi berkembangnya berbagai industri turunan berbasis metanol di Indonesia.
"Dengan produksi metanol dalam negeri 2 juta ton diharapkan rantai industri turunan dari metanol pohon industri dari metanol dapat tumbuh yang pada akhirnya meningkatkan perekonomian nasional,” tuturnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 120 Twibbon 17 Agustus 2026 Gratis, Cocok untuk Foto Profil dan Rayakan HUT RI
- 2Kuota Gratis 81 GB HUT ke-81 RI Viral di WhatsApp, Ini Faktanya
- 3Bukan Febrie Adriansyah, Eksekutor Aset PT GBU Ternyata Anggota Tim 9 Hari Wibowo
- 420 Link Twibbon 17 Agustus 2026 Terbaru, Cocok untuk Rayakan HUT ke-81 RI Hari Ini!
- 5Diduga Selewengkan Kas RW Rp11 Miliar, Mantan Ketua dan Sekretaris RW di PIK Dilaporkan ke Polisi
- 6Kode Redeem FF Spesial 17 Agustus 2026, Ada Hadiah Gratis untuk Rayakan HUT ke-81 RI
- 7Meludahi Biarawati: Pelecehan Bernuansa Agama oleh Ekstremis Yahudi Menjadi Hal yang Lumrah di Yerusalem
- 8BEM UI Demo 18 Agustus di Bundaran HI, Ternyata Ini 8 Tuntutannya!
- 9Lebih Inklusif dan Merakyat, Pemerintah Semarakkan HUT ke-81 RI di Kampung-kampung Padat Penduduk
- 10RUU Perampasan Aset Ditargetkan Sah Desember 2026







