Laba Telkom Naik 4,3 Persen di Semester I-2026, Tembus Rp14,2 Triliun

AKURAT.CO Di tengah persaingan ketat industri telekomunikasi dan tekanan ekonomi global, PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (Telkom) kembali membuktikan diri sebagai salah satu mesin pencetak laba terbesar di Indonesia.
Mengutip keterbukaan informasi BEI, Sabtu (1/8/2026), perseroan melaporkan hingga semester I-2026, emiten berkode TLKM tersebut membukukan laba bersih sebesar Rp14,206 triliun, naik sekitar 4,3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp13,624 triliun.
Kinerja positif tersebut ditopang oleh pertumbuhan pendapatan yang mencapai Rp75,878 triliun, meningkat dari Rp73,004 triliun pada semester I-2025.
Baca Juga: TLKM Spin Off Bisnis Wholesale Fiber Connectivity Senilai Rp35,7 Triliun ke Anak Usaha
Dengan demikian, Telkom menunjukkan bahwa permintaan masyarakat terhadap layanan digital, internet, dan konektivitas masih menjadi motor utama pertumbuhan bisnis perusahaan.
Kenaikan laba tersebut juga mencerminkan kemampuan Telkom menjaga profitabilitas di tengah kenaikan berbagai biaya operasional. Perusahaan masih mampu menghasilkan laba usaha sebesar Rp20,133 triliun, naik dari Rp19,281 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Bagi masyarakat, angka tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan internet bukan lagi sekadar layanan tambahan, melainkan telah menjadi kebutuhan pokok.
Mulai dari aktivitas bekerja, belajar, hiburan digital, transaksi keuangan hingga penggunaan kecerdasan buatan (AI), semuanya membutuhkan infrastruktur telekomunikasi yang semakin andal.
Di sisi lain, kemampuan Telkom mempertahankan pertumbuhan laba juga tercermin dari meningkatnya laba yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham induk menjadi Rp10,623 triliun, dibandingkan Rp10,473 triliun pada semester I-2025.
Laba per saham dasar pun naik menjadi Rp107,50 dari sebelumnya Rp105,72.
Tidak hanya mencatat pertumbuhan laba, Telkom juga memperlihatkan posisi kas yang semakin kuat. Hingga akhir Juni 2026, kas dan setara kas perusahaan melonjak menjadi Rp54,579 triliun, jauh lebih tinggi dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp34,228 triliun.
Arus kas operasi juga tetap solid dengan menghasilkan kas bersih Rp34,862 triliun selama 6 bulan pertama tahun ini.
Kekuatan likuiditas tersebut memberikan ruang bagi Telkom untuk terus berinvestasi pada pembangunan jaringan, data center, infrastruktur digital, hingga pengembangan layanan masa depan yang menjadi tulang punggung transformasi digital Indonesia.
Di tengah perubahan perilaku masyarakat menuju ekonomi digital, Telkom kini tidak lagi hanya dikenal sebagai operator telekomunikasi.
Grup Telkom memiliki bisnis yang semakin beragam, mulai dari layanan seluler melalui Telkomsel, pusat data, infrastruktur menara, cloud computing, hingga berbagai layanan digital enterprise yang menjadi sumber pertumbuhan baru.
Kinerja semester I-2026 ini mempertegas posisi Telkom sebagai salah satu emiten dengan fundamental paling kokoh di Bursa Efek Indonesia.
Pertumbuhan pendapatan, kenaikan laba, arus kas operasi yang kuat, serta posisi kas yang melimpah menunjukkan bahwa perusahaan masih memiliki kapasitas besar untuk menjaga ekspansi ke depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






