KAI Angkut 13.920 Ton Pupuk hingga Juli 2026, Naik 2,43 Persen Secara Tahunan

AKURAT.CO PT Kereta Api Indonesia (Persero) berhasil melayani angkutan pupuk sebanyak 13.920 ton sepanjang Januari-Juli 2026.
Angka tersebut diketahui meningkat 2,43% dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebanyak 13.590 ton.
Peningkatan lebih besar tercatat pada periode bulanan. Pada Juli 2026, KAI melayani 1.800 ton pupuk, atau lima kali lipat dibandingkan Juli 2025 sebanyak 360 ton. Secara persentase, volume angkutan pupuk pada Juli 2026 meningkat 400 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca Juga: PT KAI Tutup 80 Pelintasan Sebidang Usai Tabrakan Kereta di Bekasi Timur
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba mengatakan, distribusi pupuk merupakan salah satu mata rantai penting dalam proses produksi pangan.
Pupuk yang tersedia sesuai kebutuhan dan waktu pemupukan membantu petani menjaga produktivitas lahan serta merencanakan masa tanam dengan lebih baik.
“KAI mengambil peran pada sisi logistik dengan menjaga pelayanan angkutan pupuk agar rantai distribusi sarana pertanian berjalan lancar, aman, dan memiliki kepastian jadwal,” kata Anne, Rabu (5/8/2026).
Pemerintah pada 2026 mengalokasikan pupuk bersubsidi sebanyak 9,55 juta ton. Hingga 25 Juni 2026, realisasi penyalurannya telah mencapai 54,28%.
Pemerintah juga telah menurunkan Harga Eceran Tertinggi pupuk bersubsidi sekitar 20 persen sejak akhir 2025 sebagai langkah menekan biaya produksi petani dan menjaga daya saing sektor pertanian.
Menurut Anne, kebijakan pemerintah dalam penyediaan pupuk perlu didukung jaringan transportasi dan logistik yang andal. Kereta api memiliki kapasitas angkut besar, jadwal perjalanan yang terencana, serta mampu melayani pengiriman dalam jumlah massal secara konsisten.
Baca Juga: PT KAI Klaim Kereta Tekan Emisi hingga 90 Persen, Siap Masuk B50
“KAI siap menjalankan tugas pada rantai logistik melalui pengelolaan perjalanan yang mengutamakan keselamatan dan keandalan,” ujarnya.
Pada sisi hilir, pemerintah juga mempercepat penyaluran beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan serta bantuan pangan beras kepada masyarakat.
Langkah tersebut berjalan bersama kebijakan penguatan produksi pertanian dan distribusi sarana produksi sebagai bagian dari upaya menjaga pasokan serta daya beli masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








