Lifting Minyak 610.000 Barel di RAPBN 2027 Terlampau Ambisius?

AKURAT.CO Target lifting minyak mentah sebesar 610.000 barel per hari (bph) dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 dinilai terlalu ambisius jika melihat tren produksi minyak nasional saat ini.
Praktisi Migas Hadi Ismoyo menyebut, produksi rata-rata pada 2026, jika termasuk LPG diperkirakan hanya sekitar 580.000 boepd.
Sementara itu, tanpa memperhitungkan LPG, produksi minyak diperkirakan berada di kisaran 560.000 bph.
Baca Juga: Prabowo Targetkan Lifting Minyak 610 Ribu Barel per Hari di 2027
“Terkait target 610 ribu bph, sangat ambisius dan tidak realistis menurut saya. Tahun ini 2026 saja termasuk LPG produksi rata-rata sekitar 580 ribu bopd. Jika tanpa LPG maka kemungkinan besar sekitar 560 ribu bopd,” kata Hadi kepada Akurat.co, Minggu (16/8/2026).
Dia menjelaskan, dengan asumsi penurunan produksi alamiah (decline rate) sekitar 5% per tahun, produksi minyak pada 2027 berpotensi turun menjadi sekitar 532.000 bph.
Jika ditambah kontribusi LPG sekitar 20.000 barel setara minyak per hari, total produksi diperkirakan berada di kisaran 552.000 boepd.
“ Dengan asumsi decline 5% maka 2027 seharusnya tinggal 532 ribu bopd. Jika ditambah LPG 20 ribu ekivalent. Maka prediksi kami adalah 552 ribu bopd,” ujarnya.
Target Gas Lebih Realistis
Di sisi lain, Hadi menilai target lifting gas yang ditetapkan pemerintah dalam RAPBN 2027 masih lebih realistis dibandingkan target minyak.
Menurutnya, sejumlah proyek pengembangan lapangan migas yang akan masuk ke tahap Plan of Development (POD) maupun Plan of Development skala kecil berpotensi lebih banyak menghasilkan gas dibandingkan minyak.
“Terkait Gas masih sangat realistis karena POP dan POD kecil most likely lebih banyak ke gas daripada oil,” tutur Hadi.
Hadi juga menyoroti asumsi harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) yang berada di sekitar USD80 per barel. Pemerintah diketahui menargetkan ICP berada di angka USD75 per barel pada 2027.
Menurutnya, harga tersebut masih masuk akal mengingat ketidakpastian geopolitik dan kondisi perdamaian global yang belum sepenuhnya jelas.
“Terkait ICP menurut kami sekitar USD80/bbl. Asumsi saya nota perdamaian masih belum jelas, ketidakpastian masih tinggi, sehingga harga remaining tinggi,” jelasnya.
Diberitakan sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menargetkan lifting minyak mentah sebesar 610.000 barel per hari (bph) dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027.
Target tersebut tidak mengalami kenaikan dibandingkan dengan target tahun 2026 yang berada di angka 610.000 barel per hari (bph).
Sementara itu, Prabowo menargetkan lifting gas bumi menjadi 954.000 barel setara minyak per hari (boepd) dalam RAPBN 2026. Ini berarti penurunan jika dibandingkan dengan target yang sempat dipatok sebelumnya pada APBN 2026 yang berada di level 984.000 barel setara minyak per hari (boepd).
“Lifting minyak kita targetkan 610 ribu barel per hari dan lifting gas 954 ribu barel setara minyak per hari,” kata Prabowo dalam Penyampaian RAPBN Tahun Anggaran 2027 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (14/8/2026).
Lebih lanjut, Prabowo mematok asumsi harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian crude price (ICP) berada di angka USD75 per barel pada RAPBN tahun depan atau naik dibandingkan tahun sebelumnya yang dipatok USD70 per barel.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








