Danantara Buka Peluang Tambah Komoditas Strategis di Luar CPO

AKURAT.CO PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) membuka peluang memperluas cakupan komoditas strategis yang menjadi mandat perusahaan di luar tiga komoditas yang saat ini menjadi fokus awal.
Direktur Keuangan dan Treasury DSI, Sinthya Roesly mengatakan, saat ini DSI berfokus pada tiga komoditas, yakni minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO), batu bara, dan ferroalloy.
Namun, menurutnya, cakupan tersebut masih dapat diperluas ke depan sejalan dengan tujuan pemerintah untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya alam Indonesia.
Baca Juga: Danantara Tegaskan DSI Tak Akan Ambil Alih Fungsi Regulator Ekspor
“Nah, saat ini fokus kita ketiga komoditas itu tadi sawit atau CPO, coal, dan juga paduan besi ya atau ferroalloy. Nah, atas tiga komoditas itu tadi pertanyaannya apakah kemungkinan kita akan perluas ke depan? Kemungkinan ada,” kata Sinthya di Wisma Danantara, dikutip Selasa (25/8/2026).
Sinthya menyebut, perluasan komoditas akan diarahkan untuk memastikan sumber daya alam Indonesia dapat memberikan nilai ekonomi yang optimal bagi masyarakat.
Menurutnya, salah satu tujuan utama pengelolaan sumber daya tersebut adalah memastikan komoditas Indonesia memperoleh nilai yang wajar (fair value) sehingga manfaat ekonominya dapat lebih besar.
“Karena cita-cita pemerintah sebenarnya kan tujuan utamanya adalah bagaimana resources Republik Indonesia ini dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk kepentingan kemakmuran masyarakat,” ujarnya.
Sinthya menambahkan, optimalisasi nilai sumber daya alam juga diharapkan memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
“Sehingga value-nya itu dihargai secara fair. Dan ini juga akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi kemudian sebagai dampaknya,” tambah Sinthya.
Diberitakan sebelumnya, CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani menegaskan PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) tidak dibentuk untuk menambah lapisan birokrasi maupun mengambil alih fungsi regulator dalam kegiatan ekspor.
Baca Juga: DSI Danantara Temukan Potensi Optimalisasi Ekspor USD5 Miliar per Tahun
Rosan mengatakan seluruh fungsi perizinan, pengaturan, dan pengawasan tetap berada di kementerian dan lembaga yang memiliki kewenangan.
“Namun ingin saya tegaskan bahwa DSI ini bukan tujuannya menambah lapisan birokrasi atau bukan pula menggantikan peran dari regulator,” kata Rosan dalam peluncuran babak baru tata kelola ekspor SDA, Senin (24/8/2026).
Rosan menambahkan, DSI akan berperan membangun titik verifikasi yang lebih kuat terhadap aliran data dan transaksi ekspor.
Verifikasi tersebut mencakup sejumlah aspek, mulai dari kuantitas, kualitas, klasifikasi barang, harga, hingga penyelesaian pembayaran dan repatriasi devisa.
“Peran DSI adalah membangun satu titik verifikasi yang lebih kuat dari aliran data dan transaksi ekspor, mencakup kuantitas, kualitas, klasifikasi barang, harga, hingga penyelesaian pembayaran dan repatriasi devisa,” ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








