Kemenhub Salurkan 7,9 Ton Logistik Kemanusiaan untuk Korban Gempa NTT

AKURAT.CO Kementerian Perhubungan kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Total, sebanyak 768 dus bantuan dengan berat kurang lebih 7,9 ton diberangkatkan melalui jalur laut menggunakan KM Tidar untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.
Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan, Arif Toha mengataka, bantuan tersebut merupakan hasil penggalangan keluarga besar Kementerian Perhubungan yang dilaksanakan pada 15 hingga 22 Agustus 2026 sebagai bentuk kepedulian dan empati kepada masyarakat terdampak bencana di NTT.
Baca Juga: Gelombang Kedua, PELNI Kirim 282,5 Ton Bantuan dari Jakarta ke NTT
“Sebagai wujud kepedulian dan empati untuk saudara-saudara kita di NTT, Kantor Pusat Kementerian Perhubungan terpanggil untuk bergerak cepat merespons situasi darurat ini melalui penggalangan bantuan yang melibatkan seluruh pegawai yang dilaksanakan mulai tanggal 15 s.d 22 Agustus 2026,” kata Arif dikutip dari laman Kemenhub, Minggu (30/8/2026).
Bantuan yang dihimpun terdiri atas berbagai kebutuhan masyarakat terdampak, antara lain kebutuhan pokok, makanan siap saji, selimut, tikar, serta sejumlah kebutuhan pendukung lainnya.
Sebagian bantuan yang terkumpul sebelumnya juga telah disalurkan melalui Pos Pendukung Logistik Nasional (Posduklognas) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Halim Perdanakusuma pada 22 dan 24 Agustus 2026.
Pengiriman melalui KM Tidar ini merupakan bagian dari upaya memperluas jangkauan distribusi bantuan setelah sebelumnya penyaluran juga dilakukan melalui jalur udara.
Pemanfaatan jalur laut diharapkan dapat mengakomodasi pengiriman bantuan dalam jumlah lebih besar sekaligus mendukung kelancaran distribusi logistik ke sejumlah wilayah terdampak di NTT.
KM Tidar akan membawa bantuan menuju NTT dengan Pelabuhan Maumere sebagai salah satu titik tujuan. Selanjutnya, bantuan akan didistribusikan untuk menjangkau masyarakat terdampak melalui sejumlah wilayah dan pelabuhan di NTT, antara lain Maumere, Labuan Bajo, Kupang, dan Larantuka.
Distribusi melalui beberapa titik tersebut diharapkan dapat membantu pemerataan penyaluran bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Kementerian Perhubungan mengapresiasi dukungan PT PELNI yang turut memfasilitasi pengangkutan logistik kemanusiaan melalui KM Tidar.
“Melalui kolaborasi antarsektor ini, kami berharap rantai pasok bantuan kemanusiaan dapat berjalan cepat, aman, dan tepat sasaran hingga ke tangan masyarakat yang benar-benar membutuhkan di lokasi terdampak,” ujar Arif Toha.
Selain pengiriman dari Jakarta, dukungan kemanusiaan juga bergerak dari berbagai daerah. Sejumlah Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Perhubungan yang memiliki lokasi dan akses lebih dekat dengan wilayah NTT telah bergerak secara mandiri menyalurkan bantuan langsung kepada masyarakat.
Pengiriman bantuan juga dilakukan dari sejumlah pelabuhan lainnya, sebagai bagian dari besarnya dukungan berbagai pihak terhadap masyarakat terdampak.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









