Akurat Logo

Pendapatan Terkoreksi, Laba Bersih CYBR Tetap Resilient di Rp34 Miliar: Berkah Kurs dan Insentif Pajak?

Yosi Winosa | 31 Agustus 2026, 10:46 WIB
Pendapatan Terkoreksi, Laba Bersih CYBR Tetap Resilient di Rp34 Miliar: Berkah Kurs dan Insentif Pajak?
Logo CYBR

AKURAT.CO Emiten teknologi penyedia solusi keamanan siber, PT ITSEC Asia Tbk. (CYBR), baru saja merilis laporan keuangan periode berjalan.

Di tengah tantangan makroekonomi yang menekan pos pendapatan, emiten ini berhasil menjaga bottom line tetap solid dengan membukukan laba bersih sebesar Rp34,34 miliar.

Meskipun angka ini mengalami penurunan tipis sebesar 6,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (Rp36,74 miliar), profil laba CYBR menunjukkan beberapa detail menarik yang patut dicermati oleh para pemburu saham teknologi.

Baca Juga: RUPSLB, ITSEC Asia (CYBR) Rombak Jajaran Pengurus Dan Lini Bisnis

Kinerja Top Line dan Margin

Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan perseroan di keterbukaan informasi BEI, Senin (31/8/2026), CYBR mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp201,16 miliar, turun sekitar 12,7% dari Rp230,44 miliar pada periode sebelumnya.

Penurunan ini berdampak langsung pada laba bruto perusahaan yang terkoreksi menjadi Rp71,59 miliar dari sebelumnya Rp120,07 miliar.

Namun, yang menarik perhatian investor adalah kemampuan manajemen dalam melakukan efisiensi dan memanfaatkan peluang di pos non-operasional untuk menambal penurunan pendapatan.

Penopang Laba: Laba Kurs dan Manfaat Pajak

Ada dua faktor utama yang membuat laba CYBR tetap "kokoh" di angka puluhan miliar. Pertama, laba selisih kurs.

Di saat banyak emiten tertekan pelemahan rupiah, CYBR justru mencatatkan keuntungan selisih kurs mata uang asing sebesar Rp13,23 miliar. Posisi ini berbalik drastis dari periode sebelumnya yang mencatatkan kerugian kurs sebesar Rp2,73 miliar.

Kedua, manfaat pajak yang signifikan. Laba bersih perusahaan tertolong oleh pos pendapatan pajak (manfaat pajak) sebesar Rp28,92 miliar. Hal ini menjadi pendorong utama yang membuat laba periode berjalan tetap terjaga meski laba sebelum pajak sempat berada di angka Rp5,42 miliar.

Proyeksi bagi Investor

Dari sisi laba per saham (Earnings Per Share), CYBR mencatatkan nilai Rp5,06 per saham, sedikit berubah dari Rp5,60 di tahun lalu. Bagi investor RI, CYBR tetap menjadi salah satu proxy utama di sektor keamanan siber (cybersecurity) yang permintaannya diprediksi akan terus melonjak di Indonesia.

Meskipun ada penurunan di sisi top line, keberhasilan CYBR mencatatkan laba kurs yang signifikan menunjukkan strategi lindung nilai atau posisi kas valas yang kuat, yang sangat krusial bagi perusahaan teknologi dengan eksposur internasional.

Dengan total aset yang meningkat menjadi Rp485,42 miliar dibandingkan posisi akhir tahun sebelumnya yang sebesar Rp416,49 miliar, CYBR menunjukkan ekspansi neraca yang tetap berjalan di tengah volatilitas pasar.

Analisis Singkat untuk Investor

Positifnya, keuntungan kurs yang besar dan laba bersih yang relatif terjaga. Di sisi lain, investor perlu waspada. Penurunan pendapatan usaha dan laba kotor menunjukkan adanya tekanan pada margin layanan utama atau perubahan dalam bauran produk (mix product).

Investor perlu memantau apakah manfaat pajak ini bersifat one-off (sekali waktu) atau akan berlanjut di kuartal berikutnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.