Akurat Logo

OJK: Literasi Dana Pensiun Masyarakat Baru 22 Persen

Lukman Nur Hakim Akurat.co | 6 September 2026, 14:12 WIB
OJK: Literasi Dana Pensiun Masyarakat Baru 22 Persen
Ketua Dewan Komisioner OJK,Friderica Widyasari Dewi dalam acara Kick-off Bulan Dana Pensiun 2026 di kawasan Sudirman, Jakarta , Minggu (6/9/2026). - AKURAT.CO/Lukman Nur Hakim

AKURAT.CO Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi memulai rangkaian Bulan Dana Pensiun 2026 sebagai gerakan kolaboratif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mempersiapkan masa pensiun sejak dini.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi mengatakan, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mendorong masyarakat tidak hanya memahami pentingnya dana pensiun, tetapi juga mulai melakukan persiapan finansial untuk masa depan.

Baca Juga: OJK Finalisasi Aturan Batas Maksimal Kepemilikan Saham 5 Persen di BEI

“Baik, kita hari ini merayakan kick off untuk perayaan bulan dana pensiun, disini OJK kenapa bikin kegiatan ini yang pertama tentu untuk dana pensiun itu pengawasannya ada di OJK ya,” kata Friderica dalam Kick-off Bulan Dana Pensiun 2026 di kawasan Sudirman, Jakarta, Minggu (6/9/2026).

Friderica menyampaikan, persiapan dana pensiun penting agar masyarakat dapat menjalani masa lanjut usia secara mandiri dan tidak menjadi beban bagi keluarga.

Dia mengatakan OJK memiliki peran dalam meningkatkan literasi dan inklusi dana pensiun. Berdasarkan survei OJK, tingkat literasi keuangan masyarakat secara nasional telah mencapai 69%, sedangkan inklusi keuangan mencapai 93%.

Namun, tingkat literasi khusus dana pensiun masih berada di sekitar 22%. Kondisi tersebut menunjukkan masih terdapat kesenjangan antara pemahaman masyarakat mengenai keuangan secara umum dengan pemahaman terhadap pentingnya persiapan dana pensiun.

“Nah PR kita bagaimana untuk dana pensiun ini?Pertama tentu meningkatkan literasi tentang dana pensiun,” ujarnya.

Friderica menuturkan, peningkatan literasi tersebut perlu diikuti dengan perubahan perilaku masyarakat. Menurutnya, pemahaman mengenai dana pensiun harus dapat mendorong masyarakat mulai menyisihkan dana dan membangun sumber pendapatan untuk masa setelah tidak lagi bekerja.

Baca Juga: OJK Ungkap Perubahan Pasar Modal Setelah Investor Tembus 30 Juta

Lebih jauh, dia menekankan pentingnya membangun financial resilience atau ketahanan finansial masyarakat. Dengan ketahanan tersebut, masyarakat diharapkan memiliki tabungan, dana pensiun, maupun sumber pendapatan pasif yang cukup untuk menopang kehidupan setelah memasuki masa pensiun.

Di sisi lain, Friderica menyebut industri dana pensiun saat ini memiliki perkembangan positif dari sisi dana kelolaan. Total dana kelolaan dana pensiun telah mencapai Rp1.669 triliun.

Meski demikian, menurutnya, penguatan industri dana pensiun tidak cukup hanya dengan meningkatkan dana kelolaan. Perluasan kepesertaan juga menjadi pekerjaan rumah, terutama di tengah perubahan pola kerja masyarakat.

“Apalagi sekarang banyak masyarakat kita lebih memilih gak jadi pegawai. Banyak pekerja mandiri dan lain-lain. Ini jadi PR kita bersama untuk meningkatkan bagaimana pengelolaan dana pensiun ini semakin besar juga,” tutur Friderica.

Sementara itu, Direktur Operasional PT TASPEN (Persero), Tribuana Phitera Djaja menyebut, Kick-off Bulan Dana Pensiun 2026 menjadi momentum bersejarah karena untuk pertama kalinya Bulan Dana Pensiun hadir sebagai gerakan kolaboratif.

Bulan Dana Pensiun 2026 mengusung tema “Muda Berkarya, Tua Bahagia”. Rangkaian kegiatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan literasi, inklusi, dan kepesertaan dana pensiun.

“Kegiatan ini mengajak masyarakat mempersiapkan masa pensiun sejak dini melalui beberapa kegiatan edukatif dan inspiratif,” ucap Tribuana.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.