OJK: Literasi Dana Pensiun Masyarakat Baru 22 Persen

AKURAT.CO Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi memulai rangkaian Bulan Dana Pensiun 2026 sebagai gerakan kolaboratif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mempersiapkan masa pensiun sejak dini.
Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi mengatakan, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mendorong masyarakat tidak hanya memahami pentingnya dana pensiun, tetapi juga mulai melakukan persiapan finansial untuk masa depan.
Baca Juga: OJK Finalisasi Aturan Batas Maksimal Kepemilikan Saham 5 Persen di BEI
“Baik, kita hari ini merayakan kick off untuk perayaan bulan dana pensiun, disini OJK kenapa bikin kegiatan ini yang pertama tentu untuk dana pensiun itu pengawasannya ada di OJK ya,” kata Friderica dalam Kick-off Bulan Dana Pensiun 2026 di kawasan Sudirman, Jakarta, Minggu (6/9/2026).
Friderica menyampaikan, persiapan dana pensiun penting agar masyarakat dapat menjalani masa lanjut usia secara mandiri dan tidak menjadi beban bagi keluarga.
Dia mengatakan OJK memiliki peran dalam meningkatkan literasi dan inklusi dana pensiun. Berdasarkan survei OJK, tingkat literasi keuangan masyarakat secara nasional telah mencapai 69%, sedangkan inklusi keuangan mencapai 93%.
Namun, tingkat literasi khusus dana pensiun masih berada di sekitar 22%. Kondisi tersebut menunjukkan masih terdapat kesenjangan antara pemahaman masyarakat mengenai keuangan secara umum dengan pemahaman terhadap pentingnya persiapan dana pensiun.
“Nah PR kita bagaimana untuk dana pensiun ini?Pertama tentu meningkatkan literasi tentang dana pensiun,” ujarnya.
Friderica menuturkan, peningkatan literasi tersebut perlu diikuti dengan perubahan perilaku masyarakat. Menurutnya, pemahaman mengenai dana pensiun harus dapat mendorong masyarakat mulai menyisihkan dana dan membangun sumber pendapatan untuk masa setelah tidak lagi bekerja.
Baca Juga: OJK Ungkap Perubahan Pasar Modal Setelah Investor Tembus 30 Juta
Lebih jauh, dia menekankan pentingnya membangun financial resilience atau ketahanan finansial masyarakat. Dengan ketahanan tersebut, masyarakat diharapkan memiliki tabungan, dana pensiun, maupun sumber pendapatan pasif yang cukup untuk menopang kehidupan setelah memasuki masa pensiun.
Di sisi lain, Friderica menyebut industri dana pensiun saat ini memiliki perkembangan positif dari sisi dana kelolaan. Total dana kelolaan dana pensiun telah mencapai Rp1.669 triliun.
Meski demikian, menurutnya, penguatan industri dana pensiun tidak cukup hanya dengan meningkatkan dana kelolaan. Perluasan kepesertaan juga menjadi pekerjaan rumah, terutama di tengah perubahan pola kerja masyarakat.
“Apalagi sekarang banyak masyarakat kita lebih memilih gak jadi pegawai. Banyak pekerja mandiri dan lain-lain. Ini jadi PR kita bersama untuk meningkatkan bagaimana pengelolaan dana pensiun ini semakin besar juga,” tutur Friderica.
Sementara itu, Direktur Operasional PT TASPEN (Persero), Tribuana Phitera Djaja menyebut, Kick-off Bulan Dana Pensiun 2026 menjadi momentum bersejarah karena untuk pertama kalinya Bulan Dana Pensiun hadir sebagai gerakan kolaboratif.
Bulan Dana Pensiun 2026 mengusung tema “Muda Berkarya, Tua Bahagia”. Rangkaian kegiatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan literasi, inklusi, dan kepesertaan dana pensiun.
“Kegiatan ini mengajak masyarakat mempersiapkan masa pensiun sejak dini melalui beberapa kegiatan edukatif dan inspiratif,” ucap Tribuana.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







