Akurat Logo

Koperasi RI Mau Go Global, Kemenkop Soroti 3 Tantangan Utama

Andi Syafriadi | 6 September 2026, 21:49 WIB
Koperasi RI Mau Go Global, Kemenkop Soroti 3 Tantangan Utama
Wakil Menteri Koperasi, Farida Farichah - AKURAT.CO/ANDOY

AKURAT.CO Indonesia memiliki 222.462 koperasi, termasuk 30.817 koperasi produsen.

Namun, besarnya jumlah koperasi tersebut masih diikuti tantangan dalam meningkatkan kapasitas usaha agar mampu bersaing dan memperluas pasar hingga ke mancanegara.

Wakil Menteri Koperasi, Farida Farichah mengatakan penguatan kapasitas menjadi salah satu pekerjaan yang perlu dilakukan agar koperasi dapat berkembang.

Berdasarkan hasil pendataan dan pendampingan di berbagai daerah, masih terdapat sejumlah persoalan yang perlu dibenahi, mulai dari kualitas sumber daya manusia (SDM), pembiayaan hingga akses pasar.

"Karena memang dari hasil pendataan dan pendampingan kita di beberapa daerah, masih ada beberapa tantangan untuk meningkatkan kapasitas usaha koperasi, baik dari sisi SDM, pembiayaan maupun akses pasar," kata Farida dalam keterangan pers di Jakarta, Minggu (6/9/2026).

Baca Juga: Kemenkop Dorong Koperasi Penuhi Sertifikasi Internasional untuk Ekspor

Persoalan akses pasar menjadi perhatian karena koperasi yang memiliki produk berkualitas masih membutuhkan jalur untuk memperkenalkan produknya kepada konsumen dan mitra usaha yang lebih luas.

Kemenkop kini mendorong koperasi yang produknya dinilai sudah memiliki kualitas baik untuk tidak berhenti di pasar domestik. Pemerintah ingin koperasi tersebut mulai mempersiapkan diri memasuki pasar global.

Dari 222.462 koperasi yang tercatat, sebanyak 30.817 merupakan koperasi produsen.

Koperasi produsen menjadi salah satu kelompok yang potensial didorong untuk memperluas pasar karena memiliki produk yang dapat dipasarkan secara lebih luas.

Namun, menurut Farida, kualitas produk saja belum cukup untuk memasuki pasar internasional.

Koperasi perlu memenuhi berbagai persyaratan yang ditetapkan pasar global, termasuk standar mutu dan sertifikasi internasional.

"Kami dorong koperasi-koperasi yang memang memiliki produk kualitasnya sudah oke, tinggal memenuhi prasyarat sertifikasi-sertifikasi yang kemudian dilayani dan didampingi oleh Kementerian Koperasi agar memenuhi standar tersebut," ujarnya.

Kemenkop menyatakan akan memberikan pendampingan bagi koperasi yang membutuhkan pemenuhan standar tersebut.

Dengan demikian, pengembangan koperasi tidak hanya diarahkan pada peningkatan produksi, tetapi juga pada kemampuan memenuhi persyaratan yang dibutuhkan untuk masuk ke pasar internasional.

Baca Juga: Kemenkop Siapkan Operasional 8.927 Koperasi Merah Putih

Salah satu cara yang dilakukan pemerintah untuk mempertemukan koperasi dengan pasar global adalah melalui pameran internasional.

Kemenkop menghadirkan sejumlah koperasi binaannya dalam China-Indonesia International E-Commerce Industry Expo 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pada 3-5 September 2026.

Farida mengatakan kegiatan tersebut memberikan kesempatan bagi koperasi untuk memperkenalkan produk sekaligus membangun jejaring dengan calon konsumen dan pelaku usaha lainnya.

Bagi koperasi yang sudah siap ekspor, pameran dapat dimanfaatkan untuk memperluas jaringan dan mencari peluang pasar baru.

Sedangkan bagi koperasi yang belum siap melakukan ekspor, ajang tersebut dapat digunakan untuk mempelajari kebutuhan pasar internasional sekaligus mempersiapkan kapasitas usaha.

Artinya, Kemenkop tidak menargetkan seluruh koperasi langsung menjadi eksportir.

Koperasi yang masih dalam tahap persiapan juga diarahkan untuk meningkatkan kapasitas terlebih dahulu.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.