Perta Arun Gas Bidik Arun Jadi Global Integrated Energy Hub

AKURAT.CO PT Perta Arun Gas (PAG), bagian dari Subholding Gas dan anak perusahaan PT Pertamina Gas, terus mendorong Kawasan Arun Lhokseumawe, Aceh, berkembang dari terminal LNG menjadi Global Integrated Energy Hub.
Finance & General Support Director PT Perta Arun Gas, M. Yudi Setiawan mengatakan, potensi strategis Arun yang berada di jalur pelayaran internasional dan dekat dengan pasar Asia.
Posisi tersebut menjadi keunggulan bagi PAG untuk mengembangkan berbagai layanan berbasis LNG, tidak hanya untuk kebutuhan domestik tetapi juga pasar regional.
“Arun memiliki posisi strategis untuk dikembangkan menjadi LNG Hub yang melayani kebutuhan domestik sekaligus pasar regional,” kata Yudi dalam keterangannya, Rabu (9/9/2026).
PAG juga terus mengoptimalkan infrastruktur yang dimiliki untuk memperluas portofolio bisnis. Salah satunya melalui pengoperasian kembali Tangki LNG F-6004 berkapasitas 127.000 m³ yang telah direvitalisasi dan sudah beroperasi pada awal 2026.
Infrastruktur tersebut meningkatkan fleksibilitas PAG dalam menerima, menyimpan, dan mengelola kargo LNG dalam volume besar, sekaligus membuka peluang bisnis LNG Hub, reload, dan re-export.
Selain itu, PAG memiliki tiga unit regasifikasi dengan total kapasitas 135 MMSCFD, LNG ISO Tank Filling Station hingga 10 ISO Tank per hari, tangki condensate berkapasitas 2,12 juta barel, fasilitas LPG, serta layanan Gassing Up & Cooling Down (GUCD) bagi kapal LNG.
Dari sisi kinerja, PAG mencatat capaian positif sepanjang 2025. Realisasi regasifikasi mencapai 153% dari target RKAP, dengan penerimaan 22 kargo LNG domestik dan volume regasifikasi lebih dari 155 BBTUD, meningkat sekitar 6%.
PAG juga membukukan pendapatan konsolidasi audited sebesar USD104,9 juta dan EBITDA USD52,08 juta atau 121% dari target RKAP.
Keandalan operasi tersebut turut didukung pencapaian lebih dari 29 juta jam kerja selamat sejak 2013, menunjukkan konsistensi PAG dalam menjaga aspek HSSE dan keberlangsungan operasional.
Ke depan, PAG melihat peluang pengembangan breakbulking, LNG bunkering, ISO Tank, GUCD, penyimpanan, reload hingga re-export sebagai bagian dari ekosistem LNG Hub yang terintegrasi.
Yudi menyampaikan, dengan posisi Arun yang strategis di kawasan Selat Malaka, pengembangan ini berpotensi memperkuat konektivitas Indonesia dengan pasar energi Asia Tenggara dan global.
“Target kami adalah menjadikan Arun sebagai bagian penting dari rantai pasok energi, tidak hanya untuk hari ini, tetapi juga untuk kebutuhan energi masa depan,” tutur Yudi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK





