Angkutan Perkebunan KAI Tumbuh 91,77 Persen Jadi 683.214 Ton hingga Agustus 2026

AKURAT.CO PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat peningkatan signifikan pada layanan angkutan perkebunan sepanjang Januari–Agustus 2026.
Volume angkutan perkebunan KAI mencapai 683.214 ton, atau tumbuh 91,77^ dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar 356.794 ton.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba mengatakan, angkutan perkebunan menjadi bagian dari layanan logistik KAI yang mendukung aktivitas industri nasional melalui konektivitas berbasis rel.
Kereta api memiliki peran dalam mendukung rantai distribusi berbagai sektor industri, termasuk perkebunan.
"Dengan karakteristik angkutan yang mampu membawa volume besar dalam satu perjalanan, layanan ini membantu menghadirkan pilihan transportasi logistik yang efisien dan andal bagi pelanggan industri," kata Anne dalam keterangannya, Kamis (10/9/2026).
Sekadar informasi, Indonesia memiliki posisi penting dalam industri perkebunan dunia, khususnya komoditas kelapa sawit.
Berdasarkan data Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) yang dikutip Kementerian Pertanian, produksi minyak sawit Indonesia pada 2025 mencapai sekitar 51,66 juta ton. Komoditas sawit memiliki pemanfaatan luas untuk kebutuhan pangan, industri, hingga energi nasional.
Pada sektor energi, produk turunan kelapa sawit menjadi salah satu bahan baku program biodiesel nasional.
Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menjalankan implementasi B50 mulai 1 Juli 2026, yaitu penggunaan campuran biodiesel sebesar 50% pada bahan bakar diesel, sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemanfaatan energi berbasis sumber daya dalam negeri.
Sejalan dengan perkembangan industri tersebut, KAI melayani pengangkutan komoditas perkebunan melalui jaringan kereta api barang yang menghubungkan kawasan produksi dengan berbagai tujuan distribusi.
=====
Layanan ini mendukung kebutuhan pelanggan industri yang membutuhkan pengiriman dengan kapasitas besar dan jadwal perjalanan yang konsisten.
“Pertumbuhan angkutan perkebunan menjadi salah satu indikator berkembangnya kebutuhan logistik berbasis rel. KAI terus melakukan evaluasi terhadap layanan angkutan barang agar mampu menjawab kebutuhan industri dan memberikan layanan transportasi yang semakin optimal,” ujar Anne.
Melalui layanan angkutan barang, KAI terus menghadirkan konektivitas logistik yang menghubungkan berbagai sektor ekonomi.
Pertumbuhan angkutan perkebunan menjadi bagian dari perjalanan transformasi kereta api sebagai moda transportasi yang mendukung aktivitas industri dan perdagangan nasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







