146 Kg Seragam Bekas Diolah Jadi Pouch hingga Reusable Bag, Begini Caranya

AKURAT.CO Seragam operasional kurir yang sudah tidak digunakan tak selalu harus berakhir sebagai limbah. J&T Express mengolah kembali seragam bekas operasional menjadi berbagai produk baru melalui program keberlanjutan J&T Express Sustainability Impact Program (J&T SIP).
Dalam program tersebut, perusahaan mengolah sebanyak 146 kilogram limbah tekstil menjadi merchandise kit. Material dari seragam yang telah selesai digunakan diproses kembali menjadi sejumlah produk, seperti pouch, reusable bag, bag charm, hingga notebook cover.
Upaya tersebut juga diklaim memberikan dampak terhadap lingkungan. Proses upcycling seragam diperkirakan dapat menghindari emisi sebesar 1,25 ton CO₂e. Jumlah tersebut disebut setara dengan emisi dari perjalanan mobil berbahan bakar bensin sejauh sekitar 5.000 kilometer.
J&T Express menjalankan proses pengolahan tersebut dengan menggandeng Liberty Society, sebuah social enterprise yang telah memperoleh sertifikasi B Corp.
Baca Juga: J&T Express Siapkan Bantuan hingga Rp15 Juta untuk UMKM
Brand Manager J&T Express, Herline Septia mengatakan, pemanfaatan kembali seragam dilakukan karena material yang telah habis masa pakainya masih dapat memberikan fungsi dan nilai baru.
“Sebagai perusahaan logistik, aktivitas kami sehari-hari tidak terlepas dari penggunaan seragam sebagai bagian dari operasional. Ketika masa pakai seragam sudah berakhir, kami melihat adanya kesempatan untuk mengolahnya kembali menjadi sesuatu yang tetap memiliki fungsi dan nilai, daripada berakhir sebagai limbah,” ujar Herline dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (10/9/2026).
Menurutnya, keberlanjutan dalam operasional perusahaan tidak hanya berkaitan dengan pengurangan limbah. Program tersebut juga diarahkan untuk memberikan manfaat kepada masyarakat yang terlibat dalam proses produksi.
Hal itu dilakukan melalui kolaborasi dengan Liberty Society yang melibatkan perempuan perajin dari komunitas marginal dalam proses pembuatan produk hasil upcycling.
Dari proses tersebut, program ini menciptakan sekitar 1.488 jam kerja produktif bagi para perajin. Selain memberikan kesempatan ekonomi, keterlibatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya pengembangan keterampilan perempuan yang tergabung dalam komunitas tersebut.
Baca Juga: Volume Paket Naik 65 Persen, J&T Perluas Mesin Sortir hingga Drop Center
“Bagi kami, keberlanjutan tidak berhenti pada bagaimana mengurangi limbah, tetapi juga bagaimana menciptakan manfaat yang lebih luas. Karena itu, yang ingin kami ciptakan bukan hanya sekadar produk baru, tetapi juga nilai dan manfaat yang terus berlanjut, termasuk bagi masyarakat yang terlibat dalam prosesnya,” lanjut Herline.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK










