Iran Serang 10 Kapal di Selat Hormuz, Harga Minyak Terancam Naik

AKURAT.CO Konflik Amerika Serikat (AS) dan Iran yang kembali memanas mulai meningkatkan tekanan terhadap pasar energi dan keuangan global.
Harga minyak mentah Brent kembali bertahan di atas USD100 per barel setelah serangkaian serangan terhadap kapal di kawasan Timur Tengah meningkatkan kekhawatiran terhadap pasokan minyak dunia.
Reuters melaporkan harga Brent berada di sekitar US$100,50 per barel pada Kamis (10/9/2026), sementara West Texas Intermediate (WTI) berada di sekitar USD95,58 per barel.
Baca Juga: Rusia dan Vietnam Sepakati Kerja Sama Bangun Cadangan Minyak Strategis
Ketegangan tersebut terjadi setelah Iran mengklaim menyerang 10 kapal di sekitar Selat Hormuz, sementara AS menyatakan telah menenggelamkan kapal tanker minyak Iran.
Selat Hormuz menjadi salah satu titik penting dalam perdagangan energi global. Gangguan terhadap jalur tersebut berpotensi memperketat pasokan dan menjaga harga minyak tetap tinggi.
Reuters mencatat arus minyak dari kawasan Teluk masih berada jauh di bawah level sebelum perang, sementara ketidakpastian pengiriman membuat harga minyak semakin sensitif terhadap perkembangan konflik.
Kondisi tersebut menjadi perhatian bagi Indonesia karena kenaikan harga minyak tidak hanya berdampak terhadap harga energi global, tetapi juga dapat merembet ke nilai tukar rupiah, kebutuhan subsidi energi, hingga inflasi domestik.
Pengamat mata uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, tekanan terhadap rupiah masih berpotensi berlanjut apabila harga minyak dunia bertahan tinggi.
"Naiknya harga minyak dunia akan memberikan tekanan terhadap rupiah karena kebutuhan dolar AS untuk membayar impor energi ikut meningkat. Di sisi lain, penguatan dolar AS juga membuat tekanan terhadap mata uang domestik semakin besar," kata Ibrahim, Kamis (10/9/2026).
Baca Juga: Konflik AS-Iran Memanas, Harga Minyak Brent Tembus USD100 per Barel
Pada perdagangan Kamis, rupiah ditutup melemah 36 poin ke level Rp17.547 per USD. Mata uang Garuda sebelumnya sempat melemah hingga 40 poin, dibandingkan posisi penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp17.511 per USD.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK










