Akurat Logo

Prabowo Dorong Multilateralisme di Forum KTT BRICS

Esha Tri Wahyuni | 12 September 2026, 10:59 WIB
Prabowo Dorong Multilateralisme di Forum KTT BRICS
Presiden Prabowo menghadiri forum KTT BRICS 2026 di Bharat Mandapam, New Delhi

AKURAT.CO Presiden Prabowo Subianto menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS ke-18 di New Delhi, India, yang berlangsung pada 12-13 September 2026.

Pertemuan ini menjadi momentum bagi Indonesia untuk mendorong agenda ekonomi, mulai dari perdagangan, kerja sama keuangan, hingga penguatan rantai pasok global.

India sebagai Ketua BRICS 2026 menggelar KTT di Bharat Mandapam, New Delhi. Keketuaan India tahun ini mengusung tema Building for Resilience, Innovation, Cooperation and Sustainability.

Baca Juga: Prabowo Tiba di New Delhi, Hadiri KTT BRICS ke-18

KTT BRICS 2026 mempertemukan para pemimpin negara anggota, negara mitra, serta negara yang diundang dalam skema outreach.

Sebanyak 11 negara tercatat sebagai anggota BRICS saat ini, yakni Brasil, Rusia, India, China, Afrika Selatan, Mesir, Ethiopia, Iran, Uni Emirat Arab, Indonesia, dan Arab Saudi.

Bagi Indonesia, forum tersebut menjadi salah satu ruang diplomasi ekonomi untuk memperkuat kerja sama dengan negara-negara berkembang dan negara-negara ekonomi utama yang tergabung dalam BRICS.

Agenda ekonomi menjadi salah satu perhatian dalam pembahasan BRICS tahun ini. Isunya mencakup perdagangan dan investasi, kerja sama keuangan, teknologi, energi, pangan, serta ketahanan rantai pasok.

Selain itu, negara anggota BRICS juga membahas penguatan multilateralisme dan reformasi tata kelola global.

Agenda tersebut mencakup lembaga-lembaga multilateral seperti Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), Dana Moneter Internasional (IMF), dan Bank Dunia.

Dalam konteks Indonesia, isu perdagangan dan reformasi tata kelola global bukan merupakan agenda baru di BRICS.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.