James Riady Serukan Penguatan Pangan hingga Hilirisasi di Forum Kadin

AKURAT.CO WKUK Kadin Indonesia bidang Luar Negeri, James Riady menyerukan penguatan ketahanan pangan, hilirisasi, kesehatan, pertahanan Tanah Air di tengah kondisi global yang kian terfragmentasi. Hal ini sebagaimana diarahkan juga oleh Presiden Prabowo Subianto.
Secara global, ekonomi sedang sebagai melambat, terfragmentasi, dan sedang
mengalami transformasi besar. Saat ini, perdagangan dunia melemah, rantai pasok direstrukturisasi demi keamanan, bukan lagi sekadar efisiensi.
Kemudian, utang publik di banyak negara berada pada level tertinggi. Banyak aset berada di posisi rentan karena valuasinya telah naik terlalu cepat dalam beberapa tahun terakhir, sehingga sensiPf terhadap kenaikan suku bunga, perlambatan ekonomi, atau koreksi pasar global.
Namun demikian, Indonesia berada di posisi yang unik. Di tengah dunia yang Pdak menentu, Indonesia justru tampil berbeda. Sering kali kita lupa betapa unik dan kuatnya posisi Indonesia dibanding banyak negara lain.
Baca Juga: James Riady: Di Dunia yang Terfragmentasi, Indonesia Justru Kian Menarik
Pertama, transisi polipik kita berjalan stabil. Dari luar, dunia melihat kesinambungan, kejelasan, dan prediktabilitas, sesuatu yang semakin langka hari ini.
Kedua, fundamental makro kita tetap solid yang terlihat dari inflasi terkendali dan disiplin fiskal terjaga, konsumsi domestik kuat, demografi muda dan produktif. Nilai tukar relatif tangguh dibanding banyak emerging market lain.
Ketiga, Indonesia sedang menjalani dekade infrastruktur terbesar dalam sejarah
Indonesia: pelabuhan, jalan, kawasan industri, energi, logistik, ibu kota baru, semuanya meningkatkan daya saing negara secara nyata.
"Keempat, fokus presiden pada ketahanan pangan, hilirisasi, kesehatan,
pertahanan, dan pembangunan jembatan-seribu-jembatan memberikan arah nasional yang jelas," ujar James.
Kemudian, Indonesia juga punya kombinasi langka dimana stabilitas politik, kekuatan
demografi, sumber daya alam, percepatan digital, dan basis manufaktur yang terus
tumbuh. Dalam dunia yang terfragmentasi, Indonesia justru semakin menarik.
"Apa Artinya? Realistis, namun tetap Optimis. Kita harus jujur: 2026 tidak akan menjadi tahun yang mudah bagi ekonomi global. Akan ada badai — sebagian sudah terlihat, sebagian masih muncul di balik horizon. Namun Indonesia tidak memasuki tahun itu dengan tangan kosong, dunia usaha optimistis," paparnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cuma Jadi Beban Istana, Menteri Pariwisata Tak Punya Sense of Crisis dan Layak Diganti
- 2Usai Kritik Pigai, Hotman Paris Kini Malah Ingin Jalan Malam Bareng Menteri HAM: Biar Begal Kabur Semua
- 3Prediksi Skor Prancis vs Pantai Gading 5 Juni 2026: Les Bleus Masih Terlalu Kuat atau The Elephants Siap Membuat Kejutan?
- 4Prediksi Skor PSG vs Arsenal, Susunan Pemain, Jadwal Siaran Langsung
- 5BRIN Ingatkan Wacana Jokowi Keliling Daerah Berpotensi Memanaskan Politik Terlalu Dini
- 6Berbahasa Indonesia Usai Laga Kalahkan Oman, John Herdman: Saya Capek!
- 7Kurs Dolar AS Tembus Rp18.025 Hari Ini, Rupiah Catat Rekor Terlemah dalam Sejarah
- 8Tragedi di Gurun Sahara: 49 Orang Tewas Kehausan Setelah Truk Mogok di Gurun Niger
- 9Astra Gandeng Pemprov Jakarta Kampanyekan Naik Transportasi Umum, Pramono: Kunci Atasi Macet dan Polusi
- 10Trump Klaim Kekuatan Militer Iran Hancur Total, Tersisa Sekitar 21 Persen Rudal








