Akurat Logo

Antrean BBM di Ketapang Mulai Terurai, BPH Migas Siapkan Skenario Darurat

Lukman Nur Hakim Akurat.co | 14 September 2026, 09:30 WIB
Antrean BBM di Ketapang Mulai Terurai, BPH Migas Siapkan Skenario Darurat
Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas

AKURAT.CO Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) terus memantau kelancaran distribusi bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Banyuwangi dan sekitarnya.

Hal ini dilakukan setelah adanya kepadatan antrean kendaraan di Pelabuhan Ketapang sempat menghambat pergerakan armada pengangkut BBM.

Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas memantau langsung PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Cabang Pelabuhan Ketapang dan Integrated Terminal (IT) Tanjung Wangi, Banyuwangi, Jawa Timur.

Baca Juga: Antrean BBM di SPBU Makassar Mulai Melandai, Begini Langkah Pertamina

Pasokan BBM untuk operasional ASDP yang berasal dari IT Tanjung Wangi sempat menghadapi tantangan distribusi akibat kemacetan dan antrean kendaraan yang mengular di kawasan pelabuhan.

Diharapkan kesadaran dari para pengemudi kendaraan bermuatan besar atau kendaraan dengan sasis panjang (long chassis) agar tidak memarkir kendaraan mereka di sepanjang jalur utama menuju akses masuk Pelabuhan ASDP.

"Hal itu mengganggu pergerakan truk pengangkut BBM,” kata Wahyudi dikutip dari laman BPH Migas, Senin (14/9/2026).

Wahyudi mengutarakan, kepadatan terutama dipengaruhi banyaknya kendaraan logistik berukuran besar yang parkir di luar area penampungan. Sementara itu, dari sisi ketersediaan stok BBM dan mekanisme distribusi secara umum berada dalam kondisi aman.

“Hasilnya, sejak tiga hari lalu antrean kendaraan sudah mulai landai, dan hari ini kondisi SPBU yang kami pantau di sepanjang jalan sudah kembali normal dan tidak ada antrean,” tambahnya.

Kendaraan Meningkat 42 Persen

Kepadatan kendaraan terjadi seiring meningkatnya volume pengguna jasa penyeberangan ASDP dalam beberapa hari terakhir, baik masyarakat, angkutan barang, maupun kendaraan logistik.

Volume kendaraan roda dua tercatat meningkat hingga 42 persen. Sedangkan kendaraan roda empat, termasuk mobil pribadi, angkutan penumpang, dan kendaraan barang, tercatat mengalami kenaikan sekitar 8 persen.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.