Presiden Dewan ICAO Tinjau Sistem Navigasi Udara Indonesia

AKURAT.CO Presiden Dewan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO), Toshiyuki Onuma meninjau sejumlah fasilitas penerbangan sipil di Tangerang, Banten, untuk melihat langsung kapasitas Indonesia dalam pengembangan sumber daya manusia dan sistem navigasi udara.
Kunjungan tersebut dilakukan atas undangan Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa, setelah Onuma menghadiri Konferensi ke-61 Direktur Jenderal Perhubungan Udara kawasan Asia dan Pasifik di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 7–11 September 2026.
Dalam kunjungan tersebut, Onuma terlebih dahulu mendatangi Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Penerbangan Sipil (CAHRDC) di Curug. Ia meninjau fasilitas dan program pelatihan yang telah membawa CAHRDC meraih predikat ICAO TRAINAIR PLUS Platinum Training Centre of Excellence.
Baca Juga: Gantikan Sergio Conceicao, Massimiliano Allegri Resmi Kembali ke AC Milan
Predikat tersebut menjadi pengakuan atas kapasitas fasilitas pelatihan penerbangan Indonesia yang memenuhi standar internasional.
Status Platinum juga dinilai memberikan nilai tambah bagi Indonesia dalam kerja sama pengembangan sumber daya manusia penerbangan dengan negara-negara anggota ICAO.
Onuma mengapresiasi upaya Indonesia dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia penerbangan.
“Kendati demikian, kami berharap melalui upaya-upaya semacam ini, tingkat keselamatan dan keamanan penerbangan di setiap negara dapat meningkat secara nyata dan signifikan. Konsep ini sejalan dengan prinsip ICAO, yaitu No Country Left Behind (Tidak Ada Negara yang Tertinggal),” kata Onuma dikutip dari laman Kemenhub, Senin (14/9/2026).
Tinjau Navigasi Udara
Setelah mengunjungi CAHRDC, Onuma melanjutkan agenda ke New Jakarta Air Traffic Services Centre (New JATSC) yang dikelola Perum LPPNPI atau AirNav Indonesia.
Di sana, Onuma meninjau sistem manajemen lalu lintas udara yang digunakan untuk mengatur penerbangan di wilayah udara Indonesia.
Infrastruktur tersebut menunjukkan perkembangan sistem navigasi udara Indonesia dalam mendukung keselamatan dan efisiensi penerbangan.
Baca Juga: Utang Rp5,2 Miliar Belum Lunas, Eks Pejabat Kemenhub Didakwa Patok Fee 5 Persen
Onuma mengatakan navigasi penerbangan menjadi salah satu elemen penting dalam agenda ICAO untuk memastikan ruang udara tetap aman, terlindungi, berkelanjutan, dan efisien dalam jangka panjang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









