Industri Mamin Bergeliat, Food Ingredients (Fi) Asia Indonesia 2026 Hadirkan Beragam Seminar dan Pameran Inovasi

AKURAT.CO Food Ingredients (Fi) Asia Indonesia 2026 memasuki hari kedua penyelenggaraannya di Jakarta International Expo (JIExpo) Kemayoran, Jakarta.
Mengusung tema “Elevating Food Standards for a Healthier, Greener Future”, rangkaian program hari kedua memperkuat pembahasan mengenai pentingnya inovasi berbasis sains, keamanan dan kualitas pangan, harmonisasi standar di kawasan ASEAN.
Lalu juga membahas pengembangan produk yang mampu menjawab kebutuhan konsumen yang semakin memperhatikan aspek kesehatan dan keberlanjutan.
Baca Juga: Food Ingredients Asia 2024 Dukung Keberlanjutan Industri Mamin
Agenda hari kedua dibuka oleh seminar “Science, Safety, and Claims: ASEAN Harmonisation for the Future of Food” terbagi menjadi beberapa sesi yang dibawakan oleh Dr Maria Leonora Francisco, President dari Philippines Association of Food Technologiests, Inc., Professor Samuel Godefroy, Laval University, Quebec, Canada dan President & COO, Global Food Regulatory Science Society (GFoRSS).
Dalam seminar ini membahas pentingnya harmonisasi ilmu pengetahuan, standar keamanan pangan, serta klaim pangan dan kesehatan di kawasan ASEAN.
Pembahasan tersebut menunjukkan bahwa perkembangan industri pangan tidak hanya membutuhkan inovasi dalam bahan baku dan teknologi, tetapi juga ekosistem regulasi yang mampu memastikan bahwa inovasi tersebut dapat dikembangkan dan diterapkan secara aman, kredibel, serta memiliki dasar ilmiah yang kuat.
Menjelang implementasi Wajib Halal pada 18 Oktober 2026, kesiapan industri dalam memenuhi persyaratan halal menjadi salah satu isu penting dalam rantai pasok bahan pangan.
Food Ingredients (Fi) Asia Indonesia 2026 turut mengangkat isu tersebut melalui dua seminar, yaitu “Streamlining Halal Certification for Global Suppliers Through Mutual Recognition Agreements and Regional Collaboration” serta “Indonesia’s Mandatory Halal Certification for Food Ingredients: What the Industry Needs to Prepare” yang diadakan oleh BPJPH.
Kedua sesi ini membahas kesiapan pelaku industri dan pemasok global dalam menghadapi ketentuan sertifikasi halal di Indonesia, termasuk pentingnya kolaborasi regional dan mekanisme mutual recognition untuk mendukung kelancaran rantai pasok bahan pangan.
Selain aspek regulasi dan keamanan pangan, kebutuhan konsumen terhadap produk yang mendukung kesehatan dan nutrisi perempuan juga menjadi salah satu pembahasan pada hari kedua. Kebutuhan nutrisi perempuan berubah sepanjang tahapan kehidupan, mulai dari dewasa muda, kehamilan, menopause, hingga usia lanjut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








