Kemenperin Bidik Ekspor Mamin RI Tembus USD83,08 Miliar pada 2029

AKURAT.CO Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus berkomitmen untuk memperkuat struktur industri pangan melalui percepatan hilirisasi, peningkatan nilai tambah bahan baku lokal, penguatan standar mutu, serta perluasan kemitraan dan akses pasar internasional.
Langkah ini semakin penting seiring perubahan preferensi konsumen global yang menempatkan aspek kesehatan, keamanan pangan, kualitas, dan keberlanjutan sebagai pertimbangan utama.
Berdasarkan data Manufacturing Value Added (MVA) 2025 yang dirilis World Bank, nilai tambah industri manufaktur Indonesia mencapai USD275,61 miliar.
Baca Juga: Pabrik Grease Shell di Marunda Beroperasi, Kemenperin Bidik Substitusi Impor
Capaian tersebut menempatkan Indonesia di peringkat ke-12 dunia dan tertinggi di kawasan Asia Tenggara, mengungguli Thailand, Vietnam, Singapura, dan Malaysia.
Wakil Menteri Perindustrian, Faisol Riza mengatakan, capaian tersebut menjadi modal penting untuk meningkatkan peran Indonesia dalam rantai nilai industri pangan regional maupun global.
“Industri manufaktur kita semakin solid. Ke depan, kekuatan ini harus diterjemahkan menjadi produk yang bernilai tambah, berkualitas, inovatif, dan berdaya saing di pasar global,” kata Faisol dikutip dari laman Kemenperin, Jumat (18/9/2026).
Menurutnya, industri makanan dan minuman (mamin) merupakan salah satu sektor strategis yang memiliki posisi penting dalam memperkuat struktur manufaktur nasional.
Karena itu, pemerintah berkomitmen membangun ekosistem industri pangan yang mampu menjawab tuntutan konsumen sekaligus memenuhi standar pasar internasional.
Baca Juga: Kemenperin Wajibkan SNI Food Tray untuk Perbaikan Program MBG
“Kami berkomitmen memperkuat ekosistem industri pangan yang halal, sehat, inovatif, dan berkelanjutan. Penyelenggaraan Food Ingredients Asia (Fi Asia) Indonesia 2026 menjadi momentum penting untuk mempertemukan pemerintah, pelaku industri, akademisi, dan mitra internasional dalam memperkuat kolaborasi, termasuk dalam transfer teknologi dan pengetahuan,” jelasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









