Laba Astra Agro Tembus Rp1,1 Triliun di Semester I 2026, Naik 56,5 Persen

AKURAT.CO PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) mencatat laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp1,10 triliun pada Semester I-2026.
Produktivitas, efisiensi, dan transformasi keberlanjutan terus dijalankan perusahaan perkebunan kelapa sawit ini untuk mendukung kinerja jangka panjang. Laba tersebut meningkat 56,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp702 miliar.
Pada periode yang sama, pendapatan bersih Perseroan tercatat sebesar Rp15,3 triliun, tumbuh 5,6% dibandingkan Rp14,45 triliun pada Semester I-2025.
Baca Juga: Astra Agro Siapkan Capex Rp1,4 Triliun untuk Replanting Sawit 2027
Sejalan dengan itu, laba per saham atau earnings per share (EPS) tercatat sebesar Rp 571 per saham, meningkat 56,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kinerja Perseroan tersebut dipengaruhi oleh upaya Perseroan menjaga efisiensi dan konsistensi proses operasional, selain juga karena pergerakan harga CPO dan permintaan minyak nabati global.
Direktur PT Astra Agro Lestari Tbk, Tingning Sukowignjo, mengatakan bahwa capaian ini menunjukkan betapa pentingnya konsistensi Perseroan dalam menjalankan operational excellence, melakukan kontrol belanja Perseroan, menjaga efisiensi, dan continuous improvement di seluruh lini operasional.
Baca Juga: Sembilan Saksi Diperiksa KPK dalam Pengembangan Korupsi Pengadaan Lahan di Rorotan
“Kami percaya bahwa proses yang baik akan membuahkan hasil yang baik. Hal ini sudah dibuktikan dengan resilience Astra Agro dalam menghadapi tantangan industri sawit yang volatile, Dimana Perseroan masih bisa membukukan pertumbuhan kinerja positif di tengah lanskap ketidakpastian,” kata Tingning dalam Astra Media Day 2026, Rabu (23/9/2026).
Kinerja tersebut dicapai di tengah dinamika industri minyak nabati global. Minyak sawit tetap memiliki posisi kompetitif di antara minyak nabati utama dunia, sementara permintaan domestik juga terus berkembang.
Di Indonesia, konsumsi minyak sawit domestik hingga Juni 2026 tumbuh sekitar 5,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, antara lain ditopang kebutuhan pangan dan penyerapan biodiesel.
Dari sisi operasional, produksi CPO Astra Agro pada Semester I 2026 tercatat sebesar 558 ribu ton, Volume penjualan CPO dan produk turunannya mencapai 898 ribu ton, meningkat dibandingkan 883 ribu ton pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 5Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK






