Kejar PLTS 100 GW, Pemerintah Siapkan Revisi RUPTL

AKURAT.CO Pemerintah mendorong revisi Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) untuk mengakomodasi target pengembangan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) hingga 100 gigawatt peak (GWp) dalam beberapa tahun ke depan.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, revisi RUPTL diperlukan karena proyeksi pengembangan pembangkit dalam dokumen tersebut masih berada di bawah target yang didorong pemerintah.
“Ini RUPTL-nya mesti direvisi, karena di sini kebutuhannya masih sekitar 69,5 gigawatt di tahun 2034, padahal Bapak Presiden kemarin mendorong agar dikembangkan proyek, terutama untuk solar panel sebesar 100 gigawatt-peak,” kata Airlangga di Jakarta, Selasa (29/9/2026).
Baca Juga: Rupiah Dekati Rp18.000, Airlangga: Ekspor Harus Digenjot
Airlangga mengatakan target pengembangan PLTS sebesar 100 GWp tersebut perlu dikejar dalam dua hingga tiga tahun ke depan. Menurutnya, percepatan pengembangan energi surya bersama sistem penyimpanan baterai juga dapat membantu menekan emisi dari sektor energi.
“Jadi kita menurunkan target daripada angka emisi mendekati nol di 2060, ini bisa maju 10-15 tahun. Jadi ini yang tentu menjadi PR bagi kita semua,” ujarnya.
Namun, peningkatan kapasitas pembangkit energi surya membutuhkan dukungan infrastruktur kelistrikan agar listrik yang dihasilkan dapat disalurkan dan dimanfaatkan secara optimal. Airlangga menekankan pentingnya pembangunan jaringan transmisi serta smart grid seiring dengan pengembangan energi bersih.
Adapun total pembangunan jaringan transmisi yang disebutkan mencapai 47.758 kilometer.
Menurut Airlangga, ketersediaan listrik yang andal dan terjangkau juga semakin penting seiring dengan berkembangnya industri digital, termasuk pusat data yang membutuhkan pasokan listrik dalam jumlah besar dan berkelanjutan.
Di sisi lain, pemerintah juga mendorong perluasan akses listrik melalui program listrik desa. Airlangga menyebut program tersebut menargetkan 1.505 lokasi pada 2025 dan meningkat menjadi 4.390 lokasi pada tahun ini.
“Kalau ini semua jalan, elektrifikasinya kita mendekati di atas 99 persen, dan indeks ketahanan energinya juga meningkat menjadi 7,13,” kata Airlangga.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 6Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 7Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 8Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK










