DEN Ungkap Arahan Prabowo Siapkan BBM Campur Etanol hingga E50

AKURAT.CO Anggota Dewan Energi Nasional (DEN), Satya Widya Yudha mengungkapkan, adanya arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mulai menyiapkan implementasi campuran etanol dalam bahan bakar minyak (BBM) hingga level E50.
Arahan tersebut disebut datang langsung dari Presiden Prabowo Subianto sebagai bagian dari percepatan kebijakan energi nasional.
Satya mengatakan, dalam pembahasan di Istana, Presiden meminta DEN dan pemerintah mulai memikirkan penerapan campuran etanol hingga 50%.
Baca Juga: Dasco: Pak Luhut dan Chatib Basri Temui Presiden Sebagai Ketua dan Anggota Dewan Ekonomi Nasional
"Kemarin kami di istana dapat instruksi dari beliau, tolong sekarang pikirkansampai dengan E50, karena Brazil bisa sampai E100 ya," kata Satya dalam Seminar Nasional Green Economy 2045, Selasa (29/9/2026).
Menurut Satya, arahan tersebut menunjukkan adanya percepatan dibandingkan target yang sebelumnya tercantum dalam Kebijakan Energi Nasional (KEN).
Ia mencontohkan, pengembangan biodiesel yang sebelumnya diarahkan secara bertahap dari B30 menuju B40 pada 2030. Namun, pemerintah kemudian mempercepat implementasi hingga B50.
"Di dalam KEN kita di tahun 2030 bukan B50, Pak. B40, B30 menuju kepada B40, tapi sama Bapak Presiden diakselerasi," ujarnya.
Hal serupa kini terjadi pada pengembangan bahan bakar berbasis etanol. Pemerintah mulai melihat kemungkinan peningkatan campuran etanol hingga E50 sebagai bagian dari terobosan dalam kebijakan energi.
Satya mencontohkan Brasil yang telah mengembangkan penggunaan etanol dalam kadar tinggi. Menurutnya, Brasil bahkan mampu menggunakan kendaraan dengan bahan bakar berbasis etanol hingga E100 melalui teknologi hydrous fuel.
"Itu di Brazil bisa, dengan basis apa, kekuatan Brazil dengan gula, ya molasses yang memang menjadi kekuatan mereka untuk menjadi etanol," tutur Satya.
Dengan arahan tersebut, DEN berharap implementasi sejumlah program energi yang telah dipercepat pemerintah dapat berjalan, termasuk program 100 gigawatt pembangkit listrik, B50, serta persiapan menuju E50.
"Kita harapkan implementasi daripada 100 gigawatt, B50 dan nanti E50 itu betul-betul bisa kita wujudkan," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








