Libatkan 868 Penggilingan, Bulog Bidik Penyaluran 300 Ribu Ton Beras Premium

AKURAT.CO Bulog telah menyalurkan 60 ribu ton beras premium dan menggandeng 868 penggilingan untuk mengejar target 300 ribu ton hingga Desember 2026.
Perum Bulog memperluas keterlibatan penggilingan padi untuk mempercepat pasokan beras premium ke pasar. Langkah tersebut dilakukan untuk mengejar target penyaluran sebanyak 300 ribu ton beras premium hingga Desember 2026.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, hingga saat ini sekitar 60 ribu ton beras premium telah disalurkan ke pasar di berbagai wilayah Indonesia. Penyaluran tersebut dilakukan secara bertahap untuk memperkuat ketersediaan beras premium di pasar.
Baca Juga: Beras Premium Untuk MBG
“Perintah pimpinan untuk menyalurkan 300.000 ton segera. Itu sedang kami kejar,” kata Rizal dalam keterangan tertulis, Rabu (30/9/2026).
Menurut Rizal, beras premium yang telah disalurkan mencapai sekitar 60 ribu ton dan menjangkau berbagai daerah, dari wilayah barat hingga timur Indonesia. “Sekarang kurang lebih sekitar 60.000 ton sudah kami gelontorkan ke pasar, dari Sabang sampai Merauke,” ujarnya.
Untuk mempercepat pencapaian target tersebut, Bulog melibatkan sekitar 868 penggilingan padi yang memiliki kemampuan memproduksi beras premium. Keterlibatan penggilingan tersebut menjadi bagian dari upaya Bulog memperluas sumber produksi sekaligus mempercepat pasokan ke pasar.
“Kami melibatkan sekitar 868 penggilingan padi yang mampu membuat beras premium untuk mengejar angka 300.000 tersebut,” ungkap Rizal.
Rizal menjelaskan penggilingan yang dilibatkan tidak terbatas pada penggilingan berskala besar. Bulog juga menggandeng penggilingan lain yang dinilai mampu memenuhi standar produksi beras premium.
Perluasan basis penggilingan tersebut dilakukan seiring dengan permintaan pemerintah agar pasokan beras premium di pasar, termasuk jaringan ritel modern, diperkuat.
Pada awal September 2026, Bulog sebelumnya menyiapkan penyaluran sekitar 110 ribu ton beras dalam satu bulan. Jumlah tersebut terdiri atas sekitar 75 ribu ton beras premium dan 35 ribu ton beras medium yang ditujukan untuk pasar serta jaringan ritel modern.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK










