GMNI Dorong Koperasi Desa Merah Putih Jadi Mesin Ekonomi Rakyat

AKURAT.CO Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) menilai, program Koperasi Desa Merah Putih dapat menjadi salah satu fondasi untuk membangun demokrasi ekonomi sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.
Ketua DPP GMNI Bidang Ekonomi Riyanto Pratama, mengatakan, pembangunan ekonomi tidak cukup hanya bertumpu pada pertumbuhan dan kekuatan modal.
Ia menilai keterlibatan masyarakat dalam kegiatan produksi dan pengelolaan usaha perlu diperkuat melalui sistem ekonomi berbasis gotong royong.
"Era Demokrasi Ekonomi telah dimulai, sebuah era di mana kebijakan ekonomi disandarkan pada kekuatan rakyat yang berdaulat atas kepentingan ekonominya demi mencapai kesejahteraan umum melalui koperasi sebagai instrumennya," kata Riyanto dalam keterangannya, Minggu (4/10/2026).
Riyanto menilai gagasan tersebut sejalan dengan semangat Pasal 33 UUD 1945 yang menempatkan perekonomian sebagai usaha bersama berdasarkan asas kekeluargaan.
Dia membandingkan pendekatan tersebut dengan sistem kapitalisme yang menurutnya lebih menekankan persaingan individual dan kekuatan modal.
Sementara demokrasi ekonomi, kata dia, mengedepankan kerja sama dan pemerataan manfaat ekonomi.
"Demokrasi ekonomi menghendaki kebersamaan dan kerja sama dalam mencapai kesejahteraan bersama," ujarnya.
Karena itu, Riyanto menilai penguatan koperasi perlu dimulai dari masyarakat, termasuk melalui pendidikan.
Menurut dia, generasi muda perlu diperkenalkan dengan nilai-nilai koperasi dan gotong royong sejak dini.
Ia menyebut pendidikan sebagai bagian dari proses membangun kekuatan rakyat atau machtvorming.
Pengetahuan mengenai koperasi, kata Riyanto, tidak cukup berhenti di lingkungan sekolah, tetapi perlu diterapkan dalam praktik kegiatan ekonomi masyarakat.
"Langkah-langkahnya diawali dengan pengumpulan kekuatan rakyat atau machtvorming. Dalam konteks berekonomi, machtvorming yang paling utama harus dilaksanakan melalui jalur pendidikan atau sekolah," katanya.
Baca Juga: Nasib Bupati Gowa
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 3Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK









