GP Ansor dan Ditjen Ekosistem Digital Komdigi Gelar Forum Diskusi Kedaulatan Digital di Jombang

AKURAT.CO Gerakan Pemuda Ansor bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Ekosistem Digital (Dirjen Ekodig) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Republik Indonesia menggelar Forum Diskusi Aspirasi Pemuda Nahdliyin bertema "Kedaulatan Digital Indonesia: Infrastruktur, Kedaulatan Digital, dan Transformasi Publik".
Forum berlangsung pada Jumat, 28 Agustus 2026, mulai pukul 15.00 WIB di Panggung Teras BUMA, PP Nur An-Najiyah Bahrul Ulum, Jombang, Jawa Timur.
Forum berjalan lancar dan dipadati pengunjung, terutama para Muktamirin yang hadir di Muktamar. Forum ini mempertemukan pemuda Nahdliyin, pemerintah, akademisi, dan pelaku industri digital untuk membahas arah penguatan kedaulatan digital nasional.
Baca Juga: BUMA Kembangkan Aplikasi Terpadu Untuk UMKM, Bidik Pengelolaan Aset Rp750 Miliar pada 2030
Salah satu narasumber yang hadir, Dr. Sonny Hendra Sudaryana, Ak., M.Si., Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Kemenkomdigi RI, membahas infrastruktur digital nasional, perkembangan teknologi terkini, dan peran UMKM dalam ekosistem digital.
"Ekosistem digital yang kuat membutuhkan infrastruktur yang merata, UMKM yang berdaya, dan kolaborasi dengan organisasi kepemudaan seperti GP Ansor," ujar Dr. Sonny Hendra Sudaryana di Jombang, Jumat (28/8/2026).
Sementara narasumber lainnya, Rudi Kurniawan, Data Scientist di Hukumonline.id mengulas tata kelola data dan kedaulatan digital, termasuk peran data science dalam transformasi hukum dan pelayanan publik. Adapun Hasanudin Ali, CEO Alvara Research, menyoroti transformasi digital sektor publik, e-government, dan partisipasi publik di era digital.
Mengapa Kedaulatan Digital Penting?
Kepala Badan Siber PP GP Ansor, Ahmad Luthfi, S.Hum., M.B.A., membuka forum dengan sambutan terkait pentingnya kedaulatan digital. Survei APJII 2025 mencatat penetrasi internet Indonesia mencapai 80,66%, atau 229.428.417 jiwa dari 284.438.900 penduduk.
Besarnya ruang digital ini diiringi tantangan: penyalahgunaan AI, literasi digital yang belum merata, serta perlindungan data pribadi dan isu kedaulatan digital. Forum ini digelar untuk mendorong peran pemuda dalam menjawab tantangan tersebut.
"Kedaulatan digital bukan hanya soal teknologi, tetapi soal kemampuan bangsa menjaga data, ruang informasi, dan masa depan generasi mudanya. Pemuda Nahdliyin harus ikut mengambil peran," kata Ahmad Luthfi di Jombang, Jumat (28/8/2026).
Tambahan informasi, sebelum forum dimulai, dilaksanakan sejumlah rangkaian kegiatan. Pada pagi hari Jumat 28 Agustus diisi peluncuran produk PT BUMA Bintang Perkasa, yaitu BUMA Logistic & Energy, BUMA Agriculture & Food, Benih Semesta 35, Marketplace Zarfix, Asuransi TAKA Indonesia, dan BUMA Paint, dengan sambutan Ketua Umum PP GP Ansor Dr. H. Addin Jauharudin, S.E., M.M.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 2Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 3Dua Jenderal TNI AD Dinilai Memenuhi Syarat Jadi Calon Panglima TNI, Siapa Saja?
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Tudingan Ijazah Palsu Dirinya dan Gibran Terus Bergulir, Jokowi: Berpotensi Pengalihan Isu
- 6Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 7Cara Cek Desil Online Oktober 2026 Pakai NIK KTP, Ini Link Resminya
- 8Kalender Jawa 16 Oktober 2026: Weton Jumat Legi Disebut Punya Karakter Unik
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







