Laba BUMN Rp360 Triliun Ditarget Jadi Mesin Investasi Danantara

AKURAT.CO Laba BUMN diproyeksikan mencapai Rp360 triliun pada 2026. Danantara menyiapkan laba tersebut sebagai modal investasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
Laba bersih konsolidasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) diproyeksikan mencapai sekitar Rp360 triliun pada 2026.
Kepala Badan Pengaturan BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria mengatakan, laba tersebut nantinya tidak hanya menjadi keuntungan perusahaan, tetapi dapat menjadi sumber pembiayaan untuk mendorong investasi dan pertumbuhan ekonomi.
Baca Juga: Danantara Tak Dibebani Dividen, Pemerintah Kejar Pertumbuhan Investasi 7 Persen
Dony mengatakan konsolidasi dan pembenahan manajemen BUMN yang dilakukan sejak Danantara menjalankan perannya mulai menunjukkan hasil terhadap kinerja perusahaan pelat merah.
"Saya expect 2026 kita bisa closing paling tidak Rp360 triliun net income, this is huge number, dari laba kita. Saya cukup confidence, paling tidak konsolidasi BUMN-BUMN kita tahun 2026, kita bisa untung Rp360 triliun," kata Dony dalam acara Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Kamis (8/10/2026).
Menurut Dony, laba tersebut dapat kembali dimanfaatkan untuk memperkuat kapasitas investasi. Selain digunakan untuk investasi, sebagian dana juga dapat disalurkan sebagai dividen maupun dimanfaatkan untuk menciptakan efek pengganda terhadap perekonomian.
Skema tersebut dinilai penting karena pemerintah memiliki keterbatasan ruang fiskal. Penerimaan negara dan batas defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) membuat pemerintah tidak bisa sepenuhnya mengandalkan anggaran negara untuk membiayai kebutuhan pertumbuhan ekonomi.
"Karena itu pemerintah membuat Danantara, untuk itu sebetulnya, bahwa kita tidak cukup mengandalkan dari APBN saja untuk tumbuh. Makanya dibentuk lah Danantara yang menjadi engine pertumbuhan kita," ujar Dony.
Laba BUMN Jadi Modal Proyek
Dony menjelaskan salah satu cara memperbesar kapasitas investasi adalah menggunakan laba BUMN sebagai modal atau ekuitas dalam pembiayaan proyek.
Dalam skema project financing, kebutuhan ekuitas untuk sebuah proyek setidaknya berada di kisaran 30%. Dengan demikian, modal yang disiapkan Danantara dapat menjadi bagian awal untuk menarik pembiayaan yang lebih besar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK








