Minta Maaf ke Heni Sagara Usai Datangi BPOM, Doktif Ingin Ketemu Langsung

AKURAT.CO Praktisi kecantikan yang akrab disapa Dokter Detektif (Doktif) secara resmi melayangkan permohonan maaf kepada pengusaha Heni Sagara (HS) beserta sang suami.
Langkah ini diambil Doktif setelah menyambangi Kantor Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk mendapatkan klarifikasi menyeluruh terkait tudingan persaingan bisnis tidak sehat hingga isu label mafia skincare yang sempat disematkan pada pabrik milik Heni Sagara.
Baca Juga: Heni Sagara Buka Suara Soal Isu Bunga, Tuding Pesaing Bisnis Pakai Cara Kotor
Doktif membeberkan bahwa sederet tuduhan serta prasangka yang sempat ia utarakan bersumber dari informasi yang tidak benar akibat terhasut oleh pihak-pihak tertentu.
"Di sini Doktif menyampaikan beberapa pertanyaan selama ini... tentang pernyataan-pernyataan yang Doktif lontarkan yang menyudutkan nama Pabrik HS. Dokter mendengarkan juga bahwa sebenarnya yang disebut sebagai mafia skincare itu sebenarnya bukan arahnya ke Pabrik HS. Jadi di sini Dokter juga ingin mengucapkan kata maaf terhadap HS dan suaminya, mungkin yang pernah tersinggung. Karena mungkin Dokter terhasut atau terperdaya dengan ucapan beberapa orang yang Dokter sempat percaya," ungkap Doktif.
Tak sekadar menyampaikan penyesalan di hadapan publik, Doktif juga menunjukkan itikad baik untuk menjalin komunikasi dan menemui Heni Sagara secara tatap muka demi meluruskan persepsi masyarakat terkait keamanan pabrik tersebut.
"Doktif juga ingin menyampaikan permintaan maaf, dan sepertinya Doktif juga harus membuat janji bertemu—jika beliau berkenan—dengan HS untuk menyampaikan permintaan maaf secara langsung. Dan menyampaikan bahwa pabrik beliau ya aman-aman saja sebenarnya," tuturnya.
Ia tak menampik rasa menyesal karena sempat terjebak dan dimanfaatkan oleh oknum yang bermain dalam persaingan bisnis tidak sehat.
Baca Juga: Vonis 2 Tahun bagi Terdakwa Black Campaign, Heni Sagara Desak Polisi Usut Dalang Utama
Meski niat awalnya murni untuk mengedukasi masyarakat, Doktif mengakui kekhilafannya yang terlalu cepat menyerap informasi tanpa verifikasi mendalam.
"Dokter menyesal dan merasa begitu mudahnya menerima cerita dari orang-orang yang Dokter pikir amanah... Ada beberapa orang yang memang menggunakan Doktif, memanfaatkan Doktif untuk ikut di persaingan bisnis yang kotor, sementara Doktif tidak mengerti sama sekali soal itu. Ini jadi pembelajaran luar biasa untuk tidak mudah percaya ke orang," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Kalender Jawa 15 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Kliwon Dikenal Ramah dan Mudah Bergaul
- 2Kalender Jawa 14 Oktober 2026: Rabu Wage Dikenal Punya Watak Teguh dan Penuh Pertimbangan
- 3Tidak Semua Pengabdian Berujung Bintang, Hormat untuk Kolonel Edward Sitorus
- 4Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK
- 5Bangkai Kapal Tertua di Dunia Berusia 4.700 Tahun Ditemukan di Turki, Apa Saja yang Terungkap?
- 6Trump Sudah Berhati-Hati Terlibat Perang, Netanyahu Berupaya Memicu Kembali Konfrontasi dengan Iran
- 7Fabio Calonego Akui Ditawari Naturalisasi, Tertarik Bela Timnas Indonesia
- 8Gubernur Bali I Wayan Koster Viral Usai Adu Mulut dengan Petugas SPBU, Ini Profilnya
- 9Dua Tahun Dipimpin Prabowo: Harga Pupuk Turun 20 Persen, Kesejahteraan Petani Meningkat
- 10Boyamin Duga Nusron Wahid ke Malaysia Usai Menghindari Panggilan KPK







